Kriminal

Kejati Tolak Audit BPKP


MAKASSAR, BKM — Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar menolak untuk memenuhi permintaan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel terkait permintaan audit barang bukti rampasan hasil sitaan penyidik dalam penanganan perkara.

Koordinator Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulselbar, Noer Adi, mengatakan, tidak bisa memenuhi permintaan pihak BPKP sebelum mendapat izin dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.
“Harus ada persetujuan dulu dari Kejagung, baru bisa kita berikan, ” kata Noer Adi, Selasa (1/9).
Menurut Noer, meskipun ada permintaan audit barang bukti rampasan hasil sitaan penyidik ingin dilakukan audit oleh pihak BPKP, namun pihak Kejaksaan tidak serta merta harus memberikan itu tanpa ada pemberitahuan ke Kejagung. “Kami tidak serta merta harus memberikan itu,” jelasnya.
Adapun barang bukti hasil rampasan yang diminta oleh pihak BPKP, yakni kasus-kasus korupsi, kasus pidana umum yang telah mendapat kepastian hukum atau incrakht maupun yang masih sedang dalam proses.
Noer juga mengatakan, bahwa pihaknya bisa mengabulkan permintaan tersebut, bilamana sudah ada surat tembusan dari Kejagung, yang membolehkan untuk dilakukan audit.
“Kalau belum ada surat permintaan audit dari Kejagung, kita tidak bisa memenuhi permintaan untuk dilakukan audit, ” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Deni Suardini, membenarkan adanya tim yang akan melakukan audit di Kejati Sulselbar.
Deni menjelaskan, bahwa permintaan tersebut dilakukan karena ditakutkan ada penyalahgunaan dalam hasil barang rampasan.
“Intinya, kami lakukan untuk tertib administrasi saja, jangan sampai ada penyalahgunaan barang sitaan serta dimana ditempatkan barang bukti itu,” jelas Deni.
Deni tidak berencana akan melayangkan surat ke Kejagung sesuai petunjuk dari jaksa. “Secepatnya kami akan bersurat ke Kejagung terkait permintaan itu,” jelasnya.
Selain itu kata Deni, permintaan audit barang bukti rampasan tidak hanya dilakukan pada pihak Kejaksaan, BPKP juga akan mengajukan permintaan audit ke pihak Kepolisian. “Polisi kami juga mintai,” tegasnya. (mat-ril/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.