Pilihan Redaktur

7 Ha Hutan Pinus dan Cengkeh Terbakar


MAKALE, BKM — Hutan pinus dan kebun cengkeh milik masyarakat Rotean di Dusun Kalimbuang, Kelurahan Mebali, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, terbakar. Areal seluas 7 hektare dilalap api, Senin (7/9) sekitar pukul 10.30 Wita.
Lokasi kebakaran sekitar 15 km dari Makale, tepatnya di perbatasan Dusun Rantekalimbuang Mebali, Kecamatan Mengkendek dengan Bai-bai, Kecamatan Gandangbatu Sillanan.
Pemilik cengkeh tak bisa berbuat banyak dan terpaksa menelan kerugian yang cukup besar. Sebab ratusan pohon cengkeh yang sementara dipetik bunganya, ludes terbakar. Pohon cengkeh tersebut masing-masing milik Papa Lengsi, Papa Nadar dan Nene Pekki.
Api begitu cepat membesar karena tipuan angin kencang. Ditambah semak-semak sudah mengering dan mudah terbakar. Pemadan kebakaran Kabupaten Tana Toraja yang menurunkan tiga unit armadanya ke lokasi, dibuat kewalahan untuk memadamkan api.
Upaya pemadaman dilakukan bersama-sama dengan masyarakat setempat, siswa SMK dan SMA Advent Mebali serta petugas kepolisian dari polres. Api baru bisa dikuasai sekitar pukul 12.00 Wita.
”Sebelumnya, di dekat lokasi yang sama juga terjadi kebakaran serupa. Namun cepat dipadamkan masyarakat setempat,” kata tokoh masyarakat Joni Karoma di tempat kejadian, kemarin. Ia turun langsung melakukan pemadaman api.
Dikatakan Joni Karoma, guna mengantisipasi kebakaran di musim kemarau, masyarakat hendaknya lebih berhati-hati. Utamanya tidak membuang puntung rokok secara sembarangan, ataupun melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan perkebunan.
Apalagi di musim kemarau seperti saat ini, persediaan sudah menipis. Sungai dan tempat penampungan air lainnya sudah kering.
Wakapolres Tator Kompol Y Lute Lantang yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan hingga saat ini pihanya masih menyelidikan penyebab kebakaran dan sumber api pertama di Kalimbuang Mebali.
Diapun mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap segala tindakan dan perbuatan yang bisa memicu terjadinya kebakaran. Sebab jika terbukti menyebabkan kebakaran hutan, bahkan sampai merusak, akan diambil tindakan tegas.
”Kasus penebangan dan pencurian hutan yang ditangani polres dan kodim, semua selesai di pengadilan. Karena itu jangan coba-coba melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan,” tegasnya. (gus/rus/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.