Sulselbar

Data Buta Aksara di Sinjai tidak Valid


SINJAI, BKM — Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sinjai menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Tenaga Pendidik Keaksaraan Fungsional di Aula Dinas Disdikpora Sinjai, Senin (7/9).
Kepala Disidikpora Hj Mas’ati, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan tenaga pendidik terhadap penguasaan dalam pembelajaran. ”Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap agar ada upaya inovatif bagi pendidik dalam hal pembelajaran,” ujarnya.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Sinjai dr Nikmat B Situru yang membuka acara ini, menyampaikan bahwa masalah buta aksara memang menjadi hal yang yang penting dicermati secara bersama. Sebab sesuai data Disdikpora, penyandang buta aksara di Kabupaten Sinjai sebanyak 894 orang
“Dari berbagai data dan laporan yang ada, selalu terjadi perbedaan angka atau jumlah buta aksara di Kabupaten Sinjai,” ujarnya.
Ketimpangan inilah, menurut Nikmat, mengakibatkan tidak adanya data yang valid tentang jumlah buta aksara yang sebenarnya. “Inilah yang menyulitkan kita melakukan aksi penanganan,” tambahnya.
Karena itu, kata dia, kegiatan yang digelar oleh Disdikpora ini perlu diapresiasi. “Saya berharap dengan adanya kegiatan ini, kita akan memiliki tenaga pendidik (tutor) yang memiliki kompetensi yang memadai, sehingga kita mampu menekan sedikit demi sedikit angka melek huruf di daerah ini. Bahkan kami berharap agar dalam waktu yang tidak cukup lama, Kabupaten Sinjai dapat terbebas dari buta aksara,” harapnya.
Hingga saat ini penyandang buta aksara masih saja ditemukan di Kabupaten Sinjai. Hal tersebut tentu menjadi tanggung jawab pemerintah untuk segera meminimalisir, bahkan menuntaskan agar pendidikan di Kabupaten Sinjai lebih maju.
Untuk menuntaskan hal tersebut, pihak pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai bekerja sama Babinsa dari Kodim 1424 Sinjai dan Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sinjai menjalankan program penuntasan buta aksara.
Guna mendukung program tersebut, Disdikpora menargetkan dapat menuntaskan buta aksara secara keseluruhan pada tahun 2015 ini. Hal tersebut diungkapkan staf Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal A Alimuddin Kasim di sela-sela pelatihan.
Dikatakan, selama tiga hari, Senin (7/9) hingga Rabu (9/9), peserta tutorial akan turun langsung ke masyarakat untuk mengajar. Mereka akan diberikan pelatihan bagaimana mensosialisasikan dan promosi tentang pentingnya wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas) 9 tahun.
Selain itu, juga memberdayakan masyarakat untuk berperan dalam penyelenggaraan Wajar Dikdas 9 tahun melalui jalur nonformal. Melakukan konsolidasi dengan pemerintah setempat untuk memberdayakan lembaga-lembaga pendidikan
nonformal dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan pendidikan.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) H Taiyeb A Mappasere yang juga memberikan materi kepada peserta tutorial, mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pendidikan di Kabupaten Sinjai. Para peserta tutorial harus diberikan pembekalan, karena tantangan untuk menuntaskan buta aksara semakin hari semakin meningkat.
Diakui Sekkab, pelatihan peningkatan kompetensi bagi tutor keaksaraan fungsional ini dapat membantu pemerintah kabupaten untuk menyukseskan program penuntasan buta aksara di Sinjai. (din/rus/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.