Kriminal

Ahli KPPN Diperiksa Kasus Gas Wajo


MAKASSAR, BKM — Jaksa Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar melakukan pemeriksaan terhadap ahli dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di Jakarta, Selasa (8/9). Pemeriksaan tersebut dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi proyek jaringan instalasi pipa gas di Kabupaten Wajo.
“Tim penyidik memeriksa di Jakarta,” kata Koordinator Bidang Tindak Pidana Khusus, Noer Adi, kemarin.
Noer menjelaskan, pemeriksaan ahli dari KPPN bertujuan untuk menguatkan bukti terjadinya tindak pidana dalam proyek tersebut, khususnya menyangkut penganggaran dan pencairan dana. Hanya saja, Noer menolak membeberkan secara rinci materi pemeriksaan yang dilakukan pihaknya.
Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan dua tersangka, yakni Kepala Seksi Niaga Gas Bumi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Ahmad Saleh selaku pejabat pembuat komitmen, dan pihak rekanan Direktur PT Guntur Persada, Sugianto.
Keduanya dinilai bekerjasama melakukan tindak pidana korupsi hingga mengakibatkan terjadinya kerugian negara. Ahmad selaku pejabat pembuat komitmen mencairkan uang proyek seratus persen kepada rekanan. Padahal, proyek tersebut belum 100 peresen tuntas. Adapun proyek ini mendapat alokasi anggaran Rp40 miliar pada 2012. Dana itu untuk membiayai sambungan instalasi gas rumah tangga sebanyak 4.172 titik.
Sambungan instalasi gas tersebar di delapan desa dan kelurahan meliputi, Kelurahan Maddukelleng, Sengkang, Atakkae, Bulu Pabbulu, Lapongkoda, Padduppa, Sitampae, dan Desa Lempa.
Dari pemeriksaan sebelumnya, penyidik menemukan beberapa titik yang belum selesai sehingga jaringan gas tidak dapat difungsikan. Padahal anggaran proyek itu secara keseluruhan telah dicairkan.
Noer mengaku saat ini ahli konstruksi juga tengah melakukan audit konstruksi sekaligus menaksir nilai kerugian negara yang ditimbulkan dalam proyek ini. Tim penyidik memperkirakan nilai kerugian negara mencapai Rp1,7 miliar dari 70 peresn pengerjaan yang dilakukan pihak rekanan.
“Kami tetap bekerja profesional dan tidak tertutup kemungkinan tersangka akan bertambah dalam kasus ini,” tegas Noer. (mat-ril/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.