Connect with us

Headline

Gegara Ayah Dimaki, Adik Bunuh Kakak Kandung

-

Gegara Ayah Dimaki, Adik Bunuh Kakak Kandung

MAKASSAR,BKM — Kesal dengan ulah sang kakak yang sering mengamuk dan memaki orangtua, Burhanuddin (20) nekat membacok leher Salim (30), kakak kandungnya hingga tewas di Jalan Urip Sumoharjo, Panaikang, belakang Masjid Ridho Allah, Selasa (8/9) sekira pukul 14.00 Wita. Kasus pembunuhan sedarah ini sontak membuat warga Panaikang gempar.
Salim yang dalam kondisi sekarat sempat dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina. Namun karena luka tebasan yang cukup parah membuat nyawa korban tidak tertolong.
Informasi yang dihimpun BKM di lokasi kejadian menyebutkan, kejadian ini bermula ketika Salim yang dikenal temperamental ini datang ke rumah menggedor-gedor pintu. Korban dalam keadaan emosi mengeluarkan kalimat makian seraya menantang ayahnya berduel. Ulah Salim sama sekali tidak digubris sang ayah.
Tidak sampai disitu, Salim kemudian masuk ke dalam rumah dan mendatangi saudara wanita lain ibu bernama Nurmaya (33). Salim kembali memaki kakak perempuannya itu.
“Eh,, kalau kau masak nasi janganko selalu sedikit,” kata Burhanuddin meniru ucapan korban saat diamankan di Mapolsek Panakkukang, kemarin.
Salim lagi-lagi berulah. Untuk melampiaskan emosi, kali ini dia mengangkat pot bunga lalu memecahkannya. Burhanuddin yang saat itu sedang duduk minum kopi bersama rekannya akhirnya naik pitam. Dia pun mengambil sebilah golok lalu mendatangi Salim. Tanpa banyak kata, sang adik langsung menebas leher kakaknya hingga tumbang bersimbah darah.
Usai membacok kakak kandungnya, Burhanuddin langsung menuju ke rumah pacarnya di Jalan Hertasning. Mendengar kakak kandungnya tewas, Burhanuddin menelpok Nurmaya, kakak perempuannya untuk dijemput dan diantar menyerahkan diri ke kantor polisi.
“Saat itu saya sedang minum kopi bersama teman. Korban datang mengamuk, memaki lalu menantang bapakku berkelahi. Dia juga memarahi kakak perempuan saya dan memecahkan pot. Saya emosi sekali Pak,” kata Burhanuddin.
Menurut pelaku, Salim memang sering mengamuk dan mengajak saudara-saudaranya berkelahi. ”Saya sudah tidak tahan dengan sikap kakak saya itu. Saya khilaf Pak,” kata Burhanuddin sambil tertunduk.
Nurmaya, kakak wanita korban mengungkapkan, siang itu Salim datang ke rumah dengan marah-marah.
“Marahki dan saya disuruh masak banyak-banyak,” kata Nurmaya.
Salah seorang keluarga korban, Zainal kepada BKM menjelaskan, Burhanuddin adalah karyawan KFC. Ia selama ini baik kepada kakaknya. Jika pulang kerja, pelaku sering membeli makanan untuk Salim, kakaknya. ”Makanya saya heran, kenapa bisa kejadiannya seperti ini,” kata Zainal.
Menurut dia, korban Salim memang dikenal seperti orang depresi. Pria yang bekerja sebagai juru parkir ini kerap menantang ayah dan saudaranya berkelahi tanpa alasan yang jelas.
“Saraf-sarafki itu korban. Kalau datang pusingnya, dia sering menantang saudaranya berkelahi,” kata Zainal.
Kapolsek Panakukang Kompol Woro Susilo yang dikonfirmasi sore kemarin mengatakan, tersangka telah menyerahkan diri. Polisi, kata Woro, masih mendalami kasus ini.
“Kami masih melakukan pemeriksaan dan tersangkanya telah menyerahkan. Korban dan pelaku adalah saudara. Tersangka dijerat Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman pidana 15 tahun penjara,” tandas Woro (ish-jun/cha/b)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini