Connect with us

Sulselbar

Mantan Bendahara Disnakkan Disanksi Penurunan Pangkat

-

ENREKANG, BKM — Ibarat bunyi pepatah sudah jatuh etrtimpa tangga pula. Itulah yang kini menimpa mantan bendahara Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Enrekang Arham. Setelah menjalani vonis enam bulan penjara, ayah satu anak inipun harus pasrah menerima sanksi disiplin PNS.
Arham diturunkan golongan kepangkatannya dari III/b ke golongan III/a. Putusan pemberian sanksi tersebut berlaku sejak 1 September 2015.
“Dia (Arham) dikenakan sanksi penurunan golongan dari III/b ke III/a. Nanti pada 1 September 2018 baru bisa naik kembali III/b,” kata Sekkab Enrekang Chairul Latanro ketika ditemui di kantor Bupati, Selasa (8/9).
Menurut Chairul, sanksi tersebut diberikan karena Arham adalah pamong negara yang harusnya memberikan contoh yang baik. Perbuatannya telah melanggar PP 53 tentang disiplin pegawai.
”Kita proses sesuai PP 53. Ini kita lakukan untuk memberikan efek jera,” tegas Chairul yang juga Ketua Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan).
Wakil Ketua I DPRD Enrekang Arfan Renggong memberi apresiasi positif terhadap tindakan tegas yang diambil pemkab dengan memberikan sanksi terhadap PNS yang melanggar. Menurutnya, tindakan pemkab tersebut merupakan langkah yang tepat dalam melakukan pembinaan, sekaligus memberikan efek jera dan pembelajaran bagi PNS lainya.
”Ini menjadi langkah nyata dalam mendukung reformasi birokrasi,” kata politisi senior Partai Golkar ini.
Arham yang dikenal pendiam di kantornya, terbelit kasus pencurian gaji pegawai sebesar Rp270 juta pada Desember 2014 lalu. Ia melakukannya bersama dua rekan lainnya, dengan modus berpura-pura menjadi korban penjambretan. (her/rus/b)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini