Connect with us

Headline

Wali Kota Asal Malaysia Tawarkan 19 Item Smart City

-

BKM/CHAIRIL Dato’ Maimunah Mohd Sharif

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Seberang Perai Malaysia atau Municipal President of Municipal Council of Seberang Perai, Penang, Dato’ Maimunah Mohd Sharif menawarkan 19 item kerja sama kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk mewujudkan smart city di Kota Makassar.
Sembilan belas item program smart city tersebut di kotanya disebut Smart City Manajement Tools. Beberapa item tersebut diantaranya Smart Monitoring System (SMS), Citizen Aplication Tehnology (CAT), e-Complains, CCTVs, Gender Responsive Budgetting, Participatory Planning, Bigdata Analytice, e-Licencing, e-Building, e-Gotong Royong, e-Court, e-Recruit, SPGiS, e-Ose, e- Ralling, e-Letters dan e-Audit.
“Saya punya 19 item Smart City, besok (hari ini) akan saya presentasikan di hadapan seluruh peserta,” kata Maimunah usai tampil sebagai pembicara di hari pertama ASEAN Mayors Forum (AMF) di Four Points Hotel By Sheraton, Makassar, Selasa (8/9).
Menurutnya, item tersebut akan ditawarkan kepada semua negara ASEAN. terutama yang hadir pada AMF ini. “Saya melihat ada juga program Smart City di sini (Makassar, red). Jadi cocok untuk dikolaborasi,” tambahnya sambil menunjukkan program tersebut kepada wartawan.
Tawaran ini mendapat tanggapan positif dari Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. Menurut Danny Pomanto, tawaran dan sharing beginilah yang diinginkan dalam pertemuan wali kota se-ASEAN ini.
Menurut Danny, selama ini masing-masing pemerintah kota di ASEAN berjalan sendiri-sendiri dalam mengatasi problem kotanya. Melalui pertemuan ini, diharapkan menjadi ajang tukar pengalaman terkait perkembangan kota di ASEAN, baik di bidang pariwisata, ekonomi, pengelolaan pemerintahan sehingga bisa maju bersama.
“Saya kira tawaran itu menarik dan akan ditindaklanjuti bagi daerah-daerah yang cocok mengaplikasinnya,” katanya.

Siap Hadapi MEA

Hari pertama pelaksanaan AMF 2015, sejumlah pembicara dan peserta banyak membahas tentang persiapan kota-kota di ASEAN menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai berlaku Desember 2015 mendatang.
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengatakan, wali kota di ASEAN sudah harus menyiapkan strategi dan komitmen untuk menghadapi era perdagangan bebas di lingkup ASEAN agar tidak ada negara yang tertinggal dan tak bisa bersaing dengan negara lainnya.
Seperti diketahui, di era MEA, untuk bisa bersaing secara terbuka dengan negara ASEAN lainnya, dibutuhkan konektifitas, pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur.
“Itu harus ditingkatkan agar tidak terjadi ketimpangan antarnegara,” jelas Danny.
Kajian HD Asia Advisory tahun 2015, sebuah lembaga advisory investasi di Jakarta, kata Danny, ketimpangan banyak terjadi di negara ASEAN karena belum berjalannya infrastruktur dan konetifitas, serta kekurangcakapan dalam mengundang investor melakukan investasi di negara.
“AMF mengagendakan diskusi mendalam cara berinvestasi dan membangun sumber daya manusia dalam rangka persiapan MEA,” ujar Danny lagi.
Selain membahas soal MEA, para wali kota juga akan membahas isu-isu lingkungan hidup dan sosial budaya serta politik.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya berharap AMF mampu mengeluarkan agenda konkrit untuk menghadapi ancaman krisis ekonomi global.
Dia menegaskan, semua komponen harus merapatkan barisan, membangun networking untuk saling bertukar pengalaman hadapi krisis.
Menurutnya, AMF menjadi forum penting dalam menghadapi gejolak perkonomian dunia, terlebih dalam menghadapi kompetisi MEA.
Dia berharap semua wali kota di ASEAN bisa melakukan tukar pikiran dan pengalaman, sehingga krisis perekonomian di negara-negara Asean bisa diatasi dengan program konkret dari pertemuan ini.
Rencananya pada hari kedua AMF hari ini, akan digelar pertemuan pengusaha ASEAN. Kegiatan ini tetap digelar di Four Points Hotel. (rhm-man/cha/b)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini