Kriminal

Siswi Atihra Dicabuli dalam Toilet


MAKASSAR, BKM — Aksi pencabulan terjadi di Sekolah Dasar (SD) Islam Athira Jalan Kajolalido Makassar. Korban Bunga (nama samaran) (11) berstatus siswi kelas VI SD di sekolah tersebut. Korban mengaku dicabuli oleh seorang pria yang diduga bernama Yufensius Tiison (27) di toilet lantai 4 SD Islam Athira, Senin (7/9).
Kasus ini terungkap saat ayah korban berinisial HH (35) melaporkan kasus yang dialami anaknya kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polrestabes Makassar, Selasa (8/9) sore. Dalam laporan HH mengaku pertama kali mengetahui anaknya dicabuli, saat anaknya mengeluh tiap kali hendak buang air kecil. “Maaf kemaluannya sakit, sehingga saya tanya mengapa kalau kencing selalu mengeluh sakit nak!,” Kutip HH dalam laporan polisi.
Bungapun menceritakan kalau dirinya pada Senin lalu di lantai 4 sekolah dipaksa oleh Yufensius melakukan hubungan badan. Bunga yang saat itu berada di toilet untuk buang air kecil. Saat Bunga keluar dari toilet, tiba-tiba pelaku datang dan langsung memaksa korban kembali masuk ke toilet. Pelaku kemudian mengunci pintu toilet dan memaksa Bunga melepas seragam sekolahnya, sambil mengancam akan melukai korban jika berteriak.
“Anak saya mengaku diancam akan dipukul kalau sampai perbuatannya diketahui orang. Makanya, anak saya baru berani bicara setelah saya paksa cerita mengapa setiap kali buang air kecil selalu sakit,” kata HH.
Dari pengakuan HH, Pelaku diketahui berstatus orang tuas siswa bekerja sebagai wiraswasta dan berdomisili di Jalan Cendrawasih. Pelaku berada di sekolah tersebut karena setiap hari mengantar jempur anaknya yang juga berstatus sebagai siswa Athira.
Sementara, Humas Polrestabes Makassar, Kompol Pol Andi Husnaini yang dikonfirmasi mengaku kasus ini telah ditangani Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) dan Unit Reskrim Polrestabes Makassar.
“Korban masih sementara diperiksa. Kami juga tengah mencari pelaku dari hasil pengakuan korban. Menurut korban dan ayahnya kalau pelaku setiap hari datang ke sekolah antar jemput anaknya,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SD Islam Athira, belum mau memberikan klarifikasi terkait kasus pencabulan yang dialami salah satu siswanya. (jul-ril/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.