Connect with us

Pilihan Redaktur

Penumpang KM Aditya Bawa Sabu 42,54 Gram

-

PAREPARE, BKM — Aparat Polres Parepare kembali menangkap tersangka pengedar narkoba. Rahman alias Aceng (39) dibekuk di Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Parepare, Jumat (11/9) pagi.
Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 42,54 gram. Aceng memang sudah lama menjadi target operasi (TO) pihak kepolisian. Saat turun dari Kapal Motor (KM) Aditya, aparat Polsek KPN bersama Satresnarkoba langsung melakukan razia gabungan cipta kondisi (cipkon).
Kepada polisi yang menginterogasinya, tersangka mengaku baru tiba dari Kalimantan Timur (Kaltim). Dia membawa 31 paket sabu-sabu seberat 42,54 gram. Barang haram itu rencananya akan dipasarkan di wilayah Kabupaten Barru dan Biak, Papua.
“Saya mengambilnya di Berau, Kaltim untuk kemudian saya jual,” kata tersangka kepada wartawan di ruang Resnarkoba, kemarin.
Ketika hendak turun dari kapal, tersangka berencana hendak memanfaatkan jasa seorang perempuan bernama Anti (23), guna membawa narkoba yang terbungkus karung itu.
”Saya tidak kenal Anti. Saya hanya kenal dia waktu mau turun dari kapal. Saya minta tolong agar barang saya dibawakan. Saya yang bayar buruhnya, saat barang keluar dari pelabuhan,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Anti mengaku tidak mengenal tersangka Rahman. Dia hanya dimintai tolong membawakan barangnya berupa tas dan karung.
“Dia (tersangka) meminta saya untuk menyewa buruh agar barangnya dibawa bersama barang saya supaya bisa keluar dari pelabuhan. Saya iyakan, karena dia yang bayar semua buruhnya,” ujar Anti.
Anti menjelaskan, barang bawaan tersangka seperti tas ransel karung, tidak pernah diketahui apa isinya. ”Sebenarnya barang itu bisa diangkat tanpa buruh karena ringan. Tapi dia maunya diangkatkan oleh buruh bersama barang,” tambah Anti lagi.
Karena satu tujuan dengan tersangka yang hendak ke Barru, Anti pun berencana menggunakan satu mobil. ”Setelah barang keluar dari pelabuhan, dia tidak keluar. Padahal saya sudah duluan keluar bersama barangnya. Nanti buruh pelabuhan meminta saya kembali ke pelabuhan, ternyata sudah diamankan polisi. Saya tidak tahu apa masalahnya dengan polisi. Setelah saya ditanya polisi, baru saya tahu,” jelas Anti.
Karena tidak ada hubungan keakraban dengan tersangka, Anti kemudian dibebaskan oleh polisi. ”Kami lepaskan karena tidak ada hubungan apa-apa dengan tersangka. Tersangka hanya mau memanfaatkan Anti agar barangnya diloloskan tanpa diketahui ada barang haram di dalamnya,” kata Kapolres Parepare AKBP Alan G Abast melalui Kasat Narkoba AKP Alimuddin kepada wartawan di ruang kerjanya.
Pihak kepolisian, kata Alimuddin, telah mengamankan tersangka dan 31 paket sabu-sabu seberat 42,54 gram senilai Rp38 juta. “Tersangka bisa dikenakan sanksi berat berupa hukuman mati atau seumur hidup, karena menjadi pengedar,” tandas Alimuddin. (smr/rus/b)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini