Bisnis

Peserta BPJS Kesehatan Tumbuh 15 Persen


Ketgam: BKM/AMIRUDDIN NUR SARASEHAN -- Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan, drg Sri Endang Tidarwati Wahyuningsih MM (dua dari kanan) didampingi Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional IX, dr Elsa Novelia, Kepala Group Kepesertaan BPJS Kesehatan Pusat, dr Aris Jatmiko MM, dan Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional IX Cabang Makassar, dr Dwi Martiningsih, saat menjelaskan mengenai sarasehan yang ditujukan kepada para penerima pensiunan di Makassar.

MAKASSAR, BKM — Dalam tempo enam bulan, keanggotaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan secara nasional bertambah 16 jutaan orang atau tumbuh sekitar 15 persen. Hingga akhir tahun 2014 lalu, kepesertaan BPJS Kesehatan hanya 134 juta orang. Sedangkan hingga akhir Juni 2015, jumlah pesertanya telah mencapai 150,7 juta orang.
Meski demikian, total jumlah peserta saat ini baru mengkaver sekitar 60 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Hal tersebut dikemukakan Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan, drg Sri Endang Tidarwati Wahyuningsih MM, kepada wartawan di sela-sela acara Sarasehan BPJS Kesehatan dengan Organisasi Penerima Pensiun (PWRI, LVRI, Pepabri), di ballroom Hotel SwissbelInn Makassar, Kamis (10/9).
Kegiatan ini diikuti sekitar 200-an orang penerima pensiun yang ada di Makassar. Saat itu Sri Endang didampingi Kepala Group Kepesertaan BPJS Kesehatan Pusat, dr Aris Jatmiko MM, Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional IX, dr Elsa Novelia, dan Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional IX Cabang Makassar, dr Dwi Martiningsih.
Dari jumlah 150,7 juta jumlah peserta yang ada saat ini, lebih banyak adalah peserta yang biayanya ditanggung pemerintah pusat sebanyak 86 juta orang, sebanyak 11 juta adalah peserta yg ditanggung pemerintah daerah, dan sisanya atau 53,7 juta adalah peserta mandiri atau pekerja penerima upah.
Sri Endang mengatakan, sesuai arahan dari pemerintah, maka seluruh masyarakat Indonesia yang ada di negeri ini sudah harus menjadi peserta BPJS pada 1 Januari 2019 mendatang. Untuk itu, seluruh komponen di BPJS Kesehatan mulai dari pusat hingga ke daerah, dengan menggandeng sejumlah stakeholder yang ada, terus menyosialisasikan pentingnya menjadi peserta BPJS Kesehatan.
”Kami terus berupaya memberi pemahaman kepada masyarakat, kalau dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan tidak ada ruginya. Kepesertaan BPJS Kesehatan mengusung sistem gotong royong. Artinya, dana yang dihimpun dari para peserta selanjutnya digunakan untuk membiayai perawatan peserta yang sakit. Jadi peserta yang tidak sakit, sudah tentu telah berpahala. Karena dana yang telah disetorkan digunakan untuk membiayai peserta yang sakit. Itu berarti, mereka telah membantu saudaranya yang lagi sakit,” tutur Sri.
Terkait sarasehan yang dilakukan di Makassar bersama para penerima pensiun, menurut Sri Endang, merupakan kegiatan yang sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Selain untuk menyosialisasikan berbagai program dari BPJS Kesehatan, juga memberi pemahaman kepada para peserta untuk senantiasa menjaga kesehatan.
”Karena pesertanya adalah para penerima pensiun yang notabene adalah usia rentan sakit, maka kami juga menghadirkan pembicara dari ahli nutrisi atau ahli gizi. Jadi setidaknya, para pensiunan ini dapat mengetahui makanan mana saja yang boleh dikonsumsi dan makanan yang harus dikurangi. Kami tentu sangat berharap agar para pensiunan tetap sehat dengan menjaga pola makan dan pola hidupnya,” jelas Sri. (mir)

Komentar Anda





Comments
To Top
.