Connect with us

Olahraga

The Citizen Cemas

-

Manchester City vs Juventus

MANCHESTER, BKM — Jelang laga Manchester City melawan Juventus babak 16 besar Liga Champions di Emirat Stadium, Rabu (16/9) dini hari, kubu Manchester City dirundung masalah. Sejumlah pemain inti The Citizen dikabarkan terancam tidak bisa tampil karena cedera.

Tiga pemain The Citizen yang tidak dalam kondisi fit masing-masing Raheem Sterling, Sergio Aguero dan David Silva. Sterling dan Aguero saat ini mengalami cedera saat laga kontra Crystal Palace. Keduanya belum dipastikan bisa tampil saat menjamu juara Liga Italia musim 2014/2015 itu.
Manajer Manchester City, Manuel Pellegrini mengaku masih menunggu hingga Selasa hari ini untuk bisa memastikan keduanya bisa tampil.
“Saya berharap keduanya (Sterling dan Aguero) bisa fit pada hari Selasa. Kami akan melihat lebih lanjut,” ujar Pellegrini pada Itv.
Pellegrini mengatakan, Aguero mendapatkan benturan keras pada lututnya. “Kami akan melihat apakah dia bisa pulih antara sekarang dan Selasa,” tambahnya secara spesifik terkait kondisi Aguero.
Kondisi mengkhawatirkan juga datang dari pengatur serangan The Citizen, David Silva. Pemain Spanyol ini sebelumnya sudah absen pada laga kontra Palace. Silva mendapat cedera saat membela Spanyol di laga internasional.
Ditanya soal peluangnya memenangkan laga melawan Juve, Pellegrini mengatakan akan berusaha keras mengalahkan permainan Juventus. Apalagi, menurut dia, komposisi pemain City lebih baik dibanding Juve.
Selain itu, City juga diuntungkan karena selama Liga Inggris bergulir, tim asuhannya belum pernah kalah. Sementara, Juventus selama liga Italia musim ini bergulir belum pernah menang. Terakhir, Juventus bermain imbang 1-1 melawan Chievo.
Namun untuk kans menjuarai Liga Champions. Pellegrini mesti harus berpikir keras. Menurutnya, tak mudah bagi Manchester City menjadi juara Liga Champions, karena mereka harus bersaing dengan klub besar seperti Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen.
City kerap gagal di fase knock-out Liga Champions dalam beberapa musim terakhir, meski sukses mencatat prestasi gemilang dengan memenangkan dua gelar juara di lima musim terakhir Premier League.
Pellegrini mengakui bahwa memenangkan gelar juara klub terbaik Eropa membutuhkan sedikit sentuhan keberuntungan.
“Ini tidak mudah. Ada tim kuat seperti Barcelona, Real Madrid, dan Bayern Munchen, jadi amat penting untuk sebuah tim mendapatkan keberuntungan dalam sesi undian,” jelas Pellegrini pada reporter.
Pada kesempatan yang lain, Pellegrini juga menolak beberapa pihak yang membandingkan gelandang andalannya, Yaya Toure dengan bintang Juventus, Paul Pogba.
Menurut Pellegrini, level Pogba masih jauh di belakang Toure dan menyebut pemain asal Prancis itu membutuhkan pelajaran lebih banyak untuk bisa menyamai kelas Toure.
“Tak adil rasanya membandingkan seorang pemain muda yang baru saja mengawali karier dengan Yaya Toure yang sudah memiliki karier brilian. Pogba harus bisa menyamai apa yang telah dicapai Yaya,” ujar Pellegrini kepada reporter seperti dikutip Daily Mail.
“Pogba masih sangat muda dan dia masih punya kesempatan untuk terus berkembang. Itulah mengapa penting bagi sebuah tim untuk membeli pemain muda karena mereka punya lebih banyak kesempatan untuk berkembang,” jelasnya.
Sementara itu, kubu Juventus harus betul-betul berbenah. Bermain di kandang lawan tentu bukan hal yang baik bagi anak asuh Massimiliano Allegri. Apalagi, Juventus bermain kurang meyakinkan di awal musim ini.
Hingga kini, La Vecchia Signora belum menorehkan satu kemenangan pun dari tiga giornata yang sudah dijalani. Meski demikian, Allegri masih memiliki pembelaan terhadap timnya.
“Skuat dengan kekuatan penuh hanya saya miliki selama tiga hari karena jeda internasional dan rekrutan yang baru datang, jadi kami butuh waktu untuk menyesuaikan diri,” ujar Allegri kepada Sky Sport Italia.
“Saya juga ingin langsung sukses, tapi kami harus realistis dan menerima situasi kami di klasemen, fokus pada performa,” tambah Allegri.
Allegri mengatakan, Juventus saat ini adalah tim baru dengan banyak wajah baru. Semua butuh waktu. “Yang harus kami lakukan adalah menemukan keseimbangan dalam pertahanan, karena kami terlalu terbuka dan tidak tergesa-gesa dalam menyerang,” lanjutnya.
Secara terpisah, mantan gelandang Juventus, Alessio Tacchinardi, memberikan penilaiannya mengenai peran Paul Pogba di Juventus. Dalam dua pertandingan awal Serie A musim ini, Juventus selalu mengalami kekalahan dan Pogba dijadikan sebagai roh permainan Juve.
Tacchinardi mengatakan bahwa Pogba mungkin belum pantas mendapatkan peran sebagai pemimpin Juve. Usianya masih terlalu muda dan posisinya juga tidak memungkinkan Pogba untuk selalu menjadi penyelamat klub.
“Pogba bukan pemimpin Juve, itu karena usianya dan juga posisinya di lapangan. Dia abru berusia 22 tahun, jangan harapkan dia akan menjadi penyelamat Juventus. Musim lalu Juve punya Carlos Tevez yang bisa melakukannya. Dia bisa membalik pertandingan dan menjaga bola, meski dalam posisi sulit,” terang Tacchinardi kepada Corriere dello Sport.
Tacchinardi menambahkan bahwa Juventus memang harus membangun kembali kekuatan mereka. Utamanya menjelang pertandingan babak 16 besar Liga Champions melawan Manchester City.
“Tanpa Tevez, Juventus seperti rumah yang kehilangan pondasinya. Mereka harus membangun kembali. Pogba adalah pemain hebat, dia punya karakter yang tepat untuk memakai jersey nomor 10 Juventus. Tapi Pogba tetap saja bukan Tevez,” tegasnya.
Memang setelah Juventus kehilangan tiga pemain andalannya di musim ini yakni Carlos Tevez, Andrea Pirlo serta Arturo Vidal, membuat Si Nyonya Tua agak terseok-seok. Direktur Umum Juventus, Giuseppe Marotta, mengingatkan Massimiliano Allegri agar tidak terbuai dengan kesuksesan yang diraihnya musim lalu.
“Saya sarankan kepada Allegri untuk tidak memikirkan kesuksesan yang sudah didapat di masa lalu. Kami harus bermain melawan Manchester City dengan niat untuk menang, seperti biasanya. Tugas Allegri adalah membuat tim mengerti bahwa Liga Champions berbeda dari Serie A,” terang Marotta kepada Rai Sports. (bs/maf)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini