Connect with us

Olahraga

Dua Klub Raksasa Inggris Keok

-

MANCHESTER, BKM — Laga perdana babak 16 besar Liga Champions menjadi cerita buruk bagi dua klub raksasa Liga Inggris, Manchester United (MU) dan Manchester City. Kedua klub yang menempati papan atas Liga Inggris ini kalah dari lawan-lawannya, Rabu (16/9) dini hari.
Dari tahun ke tahun, selalu saja utusan klub Inggris dihempaskan oleh rival-rivalnya yang berasal dari Italia, Spanyol, Belanda dan Perancis.
Pada laga perdana dini hari, kemarin, Manchester United dilibas PSV Eindhoven dengan skor 2-1. Sedangkan Manchester City justru dipecundangi di kandangnya oleh Juventus 1-2.
Winger PSV Eindhoven, Luciano Narsingh, mengatakan bahwa ia senang bisa mencetak gol ke gawang Manchester United, Rabu (16/9) dini hari.
“Di atas kertas, mereka adalah tim yang lebih baik dan kami tidak banyak membuat peluang, namun kami tahu bahwa kami bisa amat berbahaya ketika melancarkan serangan balik,” jelas Narsingh pada reporter.
“Kami banyak mempelajari video tentang mereka dan bisa melihat bahwa ada ruang kosong yang seringkali muncul di barisan pertahanan mereka,” katanya.
Narsingh lantas menambahkan jika ia tidak terlalu bagus di duel udara, namun ia kini merasa amat hebat setelah kemenangan kemarin.
Manajer Manchester United, Louis van Gaal, bercanda dengan mengatakan ia ‘tidak punya pilihan lain’ selain menurunkan Anthony Martial pada laga melawan PSV.
Sosok pemain berusia 19 tahun dibeli dengan harga 58 juta poundsterling pekan lalu dan mencetak gol di laga debutnya pekan lalu, masuk sebagai pemain pengganti dan membantu United menang 3-1 atas Liverpool.
Namun mengingat Wayne Rooney absen karena cedera hamstring, Van Gaal mengatakan pada The Guardian bahwa ia ‘tidak memiliki pilihan lain’ selain menurunkan sang remaja sebagai starter.
Van Gaal juga mengungkapkan kekecewaannya usai timnya dikalahkan PSV Eindhoven di Stadion Phillips.
Van Gaal menyebut bahwa timnya harus menyalahkan diri sendiri. Pasalnya, setelah unggul 1-0 dan menguasai permainan, mereka tak bisa ‘membunuh’ permainan sehingga kebobolan dua gol balasan.
“Ketika Anda unggul 1-0, dan kemudian bila anda mencetak gol kedua, maka itu selesai. Itulah apa yang seharusnya. Kami hanya bisa memarahi diri sendiri karena kami membuat banyak kesempatan tapi tak memaksimalkannya,” ujarnya.
“Setelah lawan Tottenham, saya mengatakan bahwa kami harus mencetak satu gol lebih banyak dari lawan. Hari ini kami bisa mencetak banyak gol, tapi ini selalu seperti itu. Anda harus efektif dan PSV sangat efektif karena mereka mencetak dua gol dari minimnya peluang,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Manchester City, Manuel Pellegrini mengakui kalau timnya kurang efektif dalam memanfaatkan peluang. Meski bermain di kandang sendiri, namun mereka harus menelan pil pahit setelah dihempaskan Juventus di laga perdana di Liga Champions.
Sempat unggul lewat gol bunuh diri Giorgio Chiellini, tim tuan rumah pada akhirnya harus malu setelah Mario Mandzukic dan Alvaro Morata masing-masing sukses menaklukkan Joe Hart.
Pellegrini mengatakan City tampil amat tidak efektif di kotak penalti lawan. “Saya mengharap ketika kami mendapat peluang emas, kami mampu mencetak gol. Perbedaannya amat tipis, terutama melawan tim seperti Juventus,” jelas Pellegrini pada The Mirror.
“Mungkin Juventus tidak membuat terlalu banyak peluang, namun penyelesaian akhir mereka amat bagus”. (ucu-bs/cha/b)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini