Kriminal

Kasus SPPD Fiktif Dewan Sulsel Naik ke Penyelidikan


MAKASSAR, BKM — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar meninggkatkan kasus dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas luar negeri anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel ke tahap penyelidikan.
Kegiatan perjalanan dinas yang merupakan program kegiatan dari Badan Arsip tahun anggaran tahun 2012 dan 2013 dengan nilainya mencapai Rp1,5 miliar oleh kejati diduga fiktif.
“Saya sudah keluarkan surat perintah penyelidikannya, ” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulselbar, Suhardi, Kamis (17/9).
Suhardi mengatakan, bahwa surat perintah penyelidikan dalam kasus tersebut telah diserahkan ke bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) untuk dilakukan penyelidikan.
“Nanti pihak penyelidik yang akan melakukan penyelidikan. Jadi biar penyelidik yang akan mencari bukti awal dalam kasus ini,” ujarnya.
Menurut Suhardi, berdasarkan bukti awal diperlukan untuk mencari fakta dan unsur melawan dalam kasus ini. Sementara ini dia mengaku baru mengeluarkan disposisi untuk segera melakukan pengusutan kasus.
Sementara, Kepala Seksi Penyidikan Pidsus selaku PLT Kasi Penkum Kejati Sulselbar, Syahrul Juaksha Subuki, mengatakan, pihaknya baru akan membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus itu.
“Data yang kami miliki, itu menunjukkan adanya indikasi kaorupsi. Kami sudah membentuk tim,” tukasnya.
Diketahui, kasus perjalanan dinas fiktif tersebut melibatkan beberapa legislator Sulsel dengan tujuan ke Eropa dan China.
Kegiatan itu tidak terlaksana, namun anggaran perjalanan dinas sebesar Rp1.5 miliar, justru telah dicairkan dan telah diterima oleh masing-masing legislator yang tercatat akan berangkat.
Anggaran perjalanan dinas dua negara ini telah dicairkan dua kali, pertama akhir tahun 2012 sebesar Rp750 juta dan tahun 2013 sebesar Rp750 juta.
Untuk perjalanan dinas kedua yaitu ke china cair pada awal tahun 2013 dengan jumlah dana yang sama. (mat-ril/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.