Metro

138 Hewan tak Layak Kurban


MAKASSAR, BKM–Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Peternakan Kota Makassar (DKP3), telah memeriksa sebanyak 1.186 hewan ternak baik kambing, dan sapi yang diperjualbelikan untuk keperluan kurban di 10 kecamatan di Kota Makassar.

Pemeriksaan tersebut, di mulai, Kamis 17 hingga Jumat 18 September dari 15 September 2015. Dalam pemeriksaan tersebut tim kesehatan memberikan tanda sehat kepada sejumlah hewan yang telah diperiksa dan dinyakan sehat. “Dari total 1.186 hewan ternak yang diperiksa kurang lebih sekitar 10 persennya belum cukup umur dan tidak layak kurban,” ungkap Kepala Bidang Peternakan DKP3 Kota Makassar, Andi Herliyani, kemarin.
Andi Herlina disela-sela kegiatan memeriksa hewan kurban menjelaskan, untuk pemeriksaan hewan kurban dilakukan dengan cara pemeriksaan ante mortem. Pemeriksaan ante mortem yaitu pemeriksaan klinis se belum hewan kurban disembelih.
Untuk itu, disediakan tim dari petugas kesehatan hewan untuk melakukan pemeriksaan.
“Ante mortem itu pemeriksaan klinis sampai tahapan penjualan. Karena walaupun tampilan fisiknya sehat, tidak menutup kemungkinan didalamnya ada penyakit yang tidak bisa dikonsumsi,” tuturnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan terus dilakukan hingga dua hari setelah Hari raya Idul Adha,”tutur Herliyani.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan (KP3) Kota Makassar, Abd Rahman Bando, mengatakan, menjelang Idul Adha setiap tahun, pihaknya mampu menyiapkan 7 hingga 10 ribu ekor sapi di Kota Makassar.
Saat ini, stok yang ada sekitar 6.000 ekor. Angka itu dipastikan akan terus bertambah hingga menjelang lebaran Idul Adha pekan depan.
“Kami pastikan stok daging di Makassar aman dan terkendali,” jelasnya.
Terkait kondisi kesehatan hewan yang akan dijual untuk kebutuhan Idul Adha, Rahman menghimbau para petani segera menghubung dinas terkait memeriksa kesehatan ternaknya agar bisa diberi rekomendasi berupa sertifikat atau surat keterangan hewan layak kurban.
Rahman menambahkan, sapi-sapi yang ada di Makassar, berasal dari berbagai daerah di Sulsel. Namun ada juga pasokan dari Nusa Tenggara Timur.
Sehari sebelumnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa, Antang. Sidak tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana kesiapan memenuhi kebutuhan warga. Selain itu, Syahrul bersama rombongan juga meninjau salah satu lokasi penggemukan sapi yang menjadi salah satu penyuplai sapi di kawasan Makassar.
Usai melakukan peninjauan, Syahrul menegaskan, stok daging sapi Sulsel aman untuk memenuhi kebutuhan lebaran Idul Adha.
Saat ini, kata orang nomor satu di Sulsel itu, stok daging sapi di provinsi ini sebanyak 40 ribu ekor. Sementara kebutuhan lokal sekitar 20 hingga 30 ribu ekor sapi. Artinya, ada surplus minimal 10 ribu ekor sapi.
“Jangan khawatir, stok daging sapi kita mampu memenuhi kebutuhan yang ada. Malah kota surplus paling sedikit 10 ribu ekor sapi,” kata Syahrul.
Dia meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan kelangkaan dan kenaikan harga daging khususnya di Pulau Jawa. Kontraksi yang terjadi jangan ditanggapi secara berlebihan karena tidak memberikan pengaruh buruk di Sulawesi Selatan.
Dia melanjutkan, selain harus memastikan stok daging sapi aman, pemerintah juga harus menjaga ketersediaan daging ayam, telur, serta sembilan bahan pokok lainnya agar tetap aman dan terdistribusi dengan baik sehingga harganya dalam kondisi yang wajar.(ucu-rhm/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.