Kriminal

Kapolda Instruksikan Pemberantasan Ilegal Fishing


Kapolda Instruksikan Pemberantasan Ilegal Fishing

Belum sepekan menjabat sebagai Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Pudji Hartanto langsung mengambil kebijakan tegas dalam hal penanganan kasus ilegal fishing yang marak terjadi diwilayah hukumnya.

Instruksi Kapolda disampaikan saat meninjau para pelaku ileglal fishing yang diamankan oleh Polairut Polda disejumlah wilayah, Jumat (18/9).

“Bagi anggota yang tidak serius menanangi kasus ini atau tidak memproses para pelaku sampai ke meja hijau, maka anggota tersebut akan saya ditindaki sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Pudji didampingi Kepala Polair, Kombes Hari Sanyoto.

Pudji Hartanto menelaskan, aksi ilegal fishing dapat merusak ekosistem laut. Untuk itu, dia meminta agar sistem peengawasan ditingkatkan khususnya pada kapal-kapal asing yang masuk di perairan Indonesia.

Sementara Kepala Poloair Polda, Kombes Hari Sanyoto menambahkan, empat pelaku pembombon ikan yang ditangkap menggunakan kapal KM Sumber Harapan 01 yang dinahkodai Kasiran Bin Abdullah (42) warga Kuri Caddi, Kecamatan Maros, Kabupaten Maros.

“Adapun barang bukti yang kami sita dari tangan tersangka berupa alat tangkap ikan jenis cantreng, ikan campuran seberat 30 kg,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan sebuah kapal KM Sunggumanai yang dinakhodai Ancu Dg Muntu Bin Kompa Dg Satti (45) warga Desa Aeng Batu-Batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar dengan barang bukti alat tangkap ikan jenis Cantrang dan ikan campuran seberat 20 kg.

Sedangkan dua perahu lain satu peruhu Jolloro diamankan pada Kamis (17/9) di perairan Pulau Lilikang, Pangkep, masing-masing nakhoda Nawir Bin Dg Yaya (41) warga pulau Koddingareng, Kecamatan Ujungtanah dengan barang bukti satu unit kompressor, dua rol selang, satu buah sepatu katak, dua buah dakor/regulator, dua buah kaca mata selam, 41 buah potongan selang peutup/pengaman sumbu api, ikan campuran 20 kg.

KM Diana Indah dengan nakhoda Andi Amir Bin H. Bara (50) warga pulau Kodingareng, Ujungtanah, dengan barang bukti berupa satu unit kompressor, tiga rol selang, satu buah sepatu katak, dua buah dakor/regulator, dua buah kaca mata selam, lima bungkus korek agogo sebagai sumbu api, 80 buah potong selang penutup/pengaman sumbu api, satu lembar pas kecil, dan ikan campuran 30 kg. (jul-ril/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.