Metro

Bahas Limbah, Kopel Nilai Dewan tak Serius


MAKASSAR, BKM–Komite pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia lagi-lagi menyoroti kinerja anggota DPRD Kota Makassar yang dinilai lamban dan tak serius menuntaskan pembahasan dari sejumlah ranperda di Kota Makassar. Seperti halnya, penuntasan Ranperda tentang Pengelolahan Limbah Domestik.
Direktur Riset Kopel, Akil Rahman mengatakan, kalau memang dewan tidak serius membahas ranperda sebaiknya dibatalkan saja, agar APBD tidak terkuras banyak untuk membiayai setiap kali pembahasan ranperda. Apalagi, ranparda tersebut pasti tak berkwalitas karena dibahas apa adanya.
“Kita mendesak agar dewan bisa serius untuk hadir bersama Pemkot Makassar agar pembahasan sejumlah ranperda tidak memakan waktu yang lama,”jelas Akil Rahman, Minggu (20/9).
Dalam beberapa kali rapat pembahasan ranperda Pengelolaan Limbah Domestik di ruang Badan Anggaran (Banggar), diketahui anggota dewan sangat kurang yang hadir. Bahkan, anggota dewan yang hadir tidak memenuhi syarat, hanya 12 orang dari 25 anggota pansus ranperda.
Padahal, dalam tata tertib dewan, rapat komisi, Banggar, Bamus dan Pansus hanya dapat dilaksanakan jika dihadiri lebih dari seperdua jumlah anggotanya. Jika tidak maka pembahasan harus dibatalkan.
Ketua Pansus Sarifuddin Badollahi membenarkan hal tersebut. Ia mengaku, tidak mempermasalahkan jika setiap rapat pansus tidak dihadiri seperdua dari anggota pansus, karena alasan tertentu. Seperti dari 10 orang anggota pansus dari Komisi A dan D yang tidak hadir, karena masih melaksanakan kunjungan kerja di Jakarta dan Bandung sementara lainnya ada yang meminta izin karena urusan yang lain.
“Kita tetap serius membahasnya, meski pernah rapat ditunda karena alasan tidak memenuhi syarat. Saat ini pansus masih memperdebatkan pasal yang mengatur tentang retribusi yang dipungut dari masyarakat yang kurang mampu,” katanya.(ita/war/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.