Connect with us

Bisnis

Membangun Sinergi dengan Masyarakat Melalui CSR

-

KETIKA awal-awal menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Semen Tonasa pada tahun 2012, Ir H Andi Unggul Attas MBA telah mendapat sorotan dari banyak pihak. Sorotan itu mulai dari soal limbah pabrik yang dianggap telah mencemari lingkungan masyarakat khususnya mereka yang bermukim di sekitar pabrik, hingga penyaluran dana peduli lingkungan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

LAPORAN: AMIRUDDIN NUR

Bukan itu saja, ada sejumlah lembaga sampai menggelar aksi demo yang menuntut Unggul mundur dari jabatannya sebagai direktur utama. Bahkan ada pula yang mengancam membawa masalah penyaluran dana CSR ini ke ranah hukum. Banyaknya sorotan atau pun aksi demo yang dialamatkan kepadanya selaku Direktur Utama PT Semen Tonasa maupun terhadap manajemen Semen Tonasa secara umum, dihadapi Unggul Attas dengan kerja, kerja, dan kerja. Termasuk melakukan pembenahan khususnya dalam hal penyaluran dana CSR maupun pihak-pihak yang menerima manfaat dana CSR tersebut.
Unggul Attas menganggap, sorotan maupun aksi demo yang sebelumnya begitu gencar terjadi, bukanlah sebagai upaya untuk menggusur dirinya dari kursi direktur utama. Tapi itu sebagai sebuah masukan yang sangat berharga untuk memperbaiki sistem maupun mekanisme penyaluran dana CSR.
”Mereka melakukan itu karena kurang mengerti. Adanya aksi demo ini setidaknya menjadi pengingat bagi kami, kalau apa yang telah kami lakukan selama ini dan menurut kami sudah benar, ternyata masih belum memuaskan bagi sejumlah orang. Nah, tugas kami adalah memberi penjelasan
dan pemahaman kepada mereka. Terutama tentang mekanisme dalam penyaluran dana CSR. Termasuk pertanggungjawaban penyalurannya,” tutur Unggul di kantor perwakilan Semen Tonasa, Jalan Chairil Anwar Makassar, beberapa waktu lalu.
Secara perlahan, Unggul Attas mulai melakukan penataan dan perbaikan pada mekanisme dan penyaluran CSR. Dimulai dari penunjukan seorang pejabat yang bertugas mengawasi pengelolaan dan penyaluran dana CSR yang dikeluarkan Semen Tonasa kepada masyarakat. Begitu pula dengan pemeriksaan penggunaan anggaran termasuk anggaran untuk CSR, melibatkan lembaga auditor internasional yang berafiliasi dengan auditor di Indonesia. Lembaga auditor ini pun bukan atas pilihan dari Semen Tonasa. Tapi sudah ditentukan PT Semen Indonesia selaku induk dari Semen Tonasa.
”Jadi kami tidak mungkin macam-macam dalam pembuatan laporan penggunaan anggaran. Termasuk dana CSR. Karena auditornya bukan sembarangan. Dan itu termasuk auditor bertaraf internasional. Keberadaan auditor ini bukan kami yang tentukan. Tapi dari perusahaan induk kami, yaitu PT Semen Indonesia,” tutur Unggul.
Kerja keras dan berbagai terobosan yang telah dilakukan Unggul Attas bersama segenap manajemen dan karyawan Semen Tonasa terkait penyaluran dana CSR tersebut, selama lebih dari dua tahun, akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2014 lalu, Semen Tonasa berhasil meraih prestasi gemilang ditingkat nasional.
Pada ajang penganugerahan Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat (GKPM) yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) RI dan Corporate Forum for Community Development (CFCD), Semen Tonasa meraih penghargaan untuk kategori program GKPM Awards-CSR Best Practice for MDGs (Millennium Development Goals).
Bahkan, pada ajang ini pula Andi Unggul Attas selaku top leader di industri semen terkemuka dan terbesar di Indonesia timur ini, mendapat penghargaan terbaik untuk tingkat manajemen. ”Cukup diketahui, kalau target kami dalam melakukan pembenahan bukanlah untuk mendapatkan penghargaan. Tapi bagaimana CSR yang kami lakukan tepat sasaran dan tidak lagi menimbulkan protes dari masyarakat,” katanya.
Dalam menyalurkan dana CSR, Semen Tonasa lebih mengedepankan kepada masyarakat yang bermukim di sekitar pabrik Semen Tonasa di Kabupaten Pangkep, juga masyarakat yang bermukim di sekitar kantor operasional seperti packing plant yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Berbagai program yang telah dibuat Semen Tonasa yang berbasis pada CSR, setidaknya telah membuat banyak masyarakat merasakan dampaknya. Salah satunya program pengadaan dan pengelolaan sarana air bersih. Program ini dicanangkan di sembilan desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Pangkep.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah masyarakat yang tergabung dalam forum lingkar desa yang dibentuk masyarakat setempat. Kesembilan desa dan kelurahan yang disasar di antaranya Desa Biringere, Kelurahan Bontoa, Desa Mangilu, Desa Kalabirang, Desa Bowong Cindea, Desa Bulu Cindea, Kelurahan Samalewa, dan Kelurahan Sapanang.
Arman, salah seorang warga Pangkep yang keluarganya merupakan di antara penerima manfaat program pengadaan dan pengelolaan air bersih ini mengakui, kalau pola CSR yang dilakukan Semen Tonasa agak berbeda dan unik dibandingkan yang dilakukan BUMN lainnya. Dimana, program diserap dari masyarakat lalu selanjutnya dikombainkan dengan blueprint CSR yang telah dibuat Semen Tonasa sebelumnya.
Sehingga program peduli lingkungan yang dilakukan Tonasa di satu titik tidak langsung terputus begitu saja ketika bantuan sudah disalurkan. Tapi tetap mendapat pemantauan dari pihak Tonasa. Sehingga komunikasi antara masyarakat penerima manfaat dan Tonasa sebagai pihak pemberi manfaat tetap terjalin dengan baik.
”Jadi ada beberapa desa dan kelurahan di Pangkep yang sebelumnya masyarakat setempat kesulitan dalam memenuhi air bersihnya ketika musim kemarau sudah tiba, sekarang tidak lagi. Dengan pola kerjasama penyaluran CSR seperti ini, tentunya akan menciptakan sinergi yang baik antara masyarakat dan Semen Tonasa. Dengan demikian, masyarakat juga tentu akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan Semen Tonasa secara baik dan terbuka.
Bagi Unggul, masyakat yang kini menjadi penerima dana CSR sebagai mitra. Dan tidak tertutup kemungkinan ke depan para penerima CSR yang jumlahnya telah mencapai ribuan orang akan menjadi customer setia dari PT Semen Tonasa. Kalau kehidupan mereka sudah meningkat, otomatis mereka akan memperbaiki penghidupannya.
Salah satunya dengan memperbaiki rumah yang kini di tempatinya. Ujung-ujungnya mereka akan menggunakan produk Semen Tonasa dalam membangun atau memperbaiki rumahnya. Dalam posisi ini, antara masyarakat selaku penerima CSR dengan Semen Tonasa telah tercipta hubungan yang saling menguntungkan dan saling membutuhkan.
Dalam menyalurkan dana CSR, pihak Semen Tonasa tidak semata-mata memfokuskan pada program yang telah dibuat sebelumnya. Tapi juga membantu masyarakat yang tertimpa musibah. Baik itu musibah berupa bencana alam, seperti longsor dan banjir, maupun musibah kebakaran. Tentunya bantuan tersebut sangat berarti kepada masyarakat yang betul-betul sedang sangat membutuhkannya.
Selain melakukan penataan dalam penyaluran CSR, Tonasa juga terus berupaya meningkatkan produksInya. Pada saat ini, kapasitas produksi dari empat unit produksi Tonasa, yakni Tonasa II, III, IV, dan Tonasa V telah mencapai kisaran 6,7 juta ton per tahun. Jumlah ini dipandang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan semen di kawasan timur Indonesia.
Meski kapasitas produksi dari pabrik Semen Tonasa sekarang ini hanya dikisaran enam juta ton per tahun, tapi dengan berbagai terobosan yang dilakukan Unggul, maka jumlah produksi Tonasa pada tahun 2015 ini ditargetkan bisa mencapai 6,7 juta ton. ”Semua ini dapat terealisasi dengan adanya kerjasama dan kerja keras dari seluruh pekerja di Semen Tonasa. Dengan bertambahnya jumlah produksi kami, tentunya akan membuat angka penjualan kami meningkat pula. Dan kalau penjualan meningkat, berarti jumlah dana CSR yang akan kami gelontorkan kepada masyarakat juga akan bertambah. Kami tentunya berharap melalui dana CSR ini akan makin banyak masyarakat yang mandiri,” ujar Unggul (**)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini