pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

UMP Mulai Dibahas Oktober

MAKASSAR, BKM — Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Selatan, telah melakukan survey kebutuhan hidup layak (KHL) di kabupaten/kota. Survey itu sebagai salah satu bahan rekomendasi untuk
menentukan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang akan menjadi acuan dalam menetapkan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK).
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulsel, Simon Lopang menjelaskan, pembahasan terkait hasil survei juga sudah dilakukan pekan kemarin.
Survey dilakukan di seluruh kabupaten/kota kecuali di Kota Makassar, Pangkep, dan Luwu Timur yang memiliki dewan pengupahan.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini, dipastikan pertemuan tripartit antara pemerintah, perwakilan buruh dan pengusaha untuk membahas UMP tahun depan akan dilakukan secara lebih
berhati-hati. Alasannya, kondisi ekonomi tahun ini kurang baik sehingga diprediksi akan terjadi tarik-menarik penetapan UMP antara pengusaha dan kaum buruh.
Karena kondisi tersebut, Simon menginstruksikan kepada dewan pengupahan dan tim survey dari Disnaker lebih cermat mengambil data
terkait komponen KHL karena akan berpengaruh pada upah minimum.
Dia juga memastikan paling lambat pertengahan Oktober mendatang, akan digelar rapat untuk membahas UMP 2016 karena per 1 November sudah harus ditetapkan.
“Kalau lewat dari tanggal yang telah ditentukan, kita akan ditegur oleh Kementerian Tenaga Kerja,” jelasnya, Senin (28/9).
Tahun-tahun sebelumnya, UMP selalu mengalami kenaikan berkisar 10 persen. Namun untuk tahun depan, Simon tidak berani berspekulasi memprediksi kisaran kenaikannya karen kondisi ekonomi yang melemah. Apalagi, sudah ada beberapa perusahaan yang terancam gulung tikar.
Tahun 2015, besaran UMP ditetapkan Rp2 juta. Sementara UMK Makassar sebesar Rp2.075.000. Sementara Kabupaten Pangkep Rp2.100.000 dan Luwu Timur Rp2.100.000.
Terpisah, Kadisnaker Kota Makassar, Andi Bukti mengaku, tahun ini, Upah Minimum Kota (UMK) Kota Makassar diperkirakan akan naik dari besaran UMK 2015 ini.”Dari hasil survey ada kecendrungan UMK akan naik,” kata Andi Bukti saat ditemui di lantai 9 Balai Kota, kemarin.
Namun Bukti belum bisa memastikan berapa kenaikan tersebut.”Soal berapa kenaikannya saya belum tahu karena sementara kita melakukan survey,” jelasnya.
Menurutnya, survey yang dilakukan saat ini telah memasuki survey yang kesembilan.”Sekarang sudah masuk survey ke sembilan, satu kali lagi,” katanya. (rhm-arf/war/c)


Share


Komentar Anda



Tinggalkan komentar