Politik

Catut Nama Sobat, Tim Hukum Laporkan Ke Panwas Dan Polisi


RANTEPAO, BKM–Pertarungan memperebutkan simpati warga Toraja Utara jelang Pemilukada semakin memanas. Bahkan kedua tim pasangan calon mulai melakukan serangan, baik secara terbuka maupun melalui media sosial.
Terakhir, paslon petahana Frederik Batti Sorring-Frederik Buntang Rombelayuk (Sobat) dengan tim paslon nomor urut 1, Kalatiku Paembonan-Yosia Rinto Kadang (Sombato) mulai masuk ke wilayah Panwaslu dan polisi.
Tim paslon Sobat mengaku namanya dicatut, sehingga melalui tim hukumnya melaporkan tim paslon Sombato ke Panwaslu dan polisi.
Tim hukum Sobat, Briken Lande Boting, mengatakan saat melakukan pertemuan silaturahmi tim “Sitammuan Mali relawan Sobat Papua” di Hotel Misiliana Hotel 24 September lalu muncul invoice (bukti pembayaran,red) seakan diterbitkan pihak hotel yang ditengarai palsu.
Untuk itu, Briken Lande, menepis dan membatah jika terbitnya Invoice itu hanyalah sebuah tindakan tidak terpuji dan fitnah belaka, “Apa yang dilakukan tim dan relawan Sobat dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu, oknum yang fosting invoice disosial media sudah diketahui identitasnya, bahkan pihak hotel sudah klarifikasi, berkaitan dengan itu tim hukum Sobat mengambil langkah hokum,”ujar Briken, Senin (12/10).
Selain melaporkan ke Panwas, tim hukum juga melaporkan secara pidana kepihak berwajib karena sudah mencemarkan nama baik Sobat, terang Briken Lande.
Hal sama juga disampaikan politisi Hanura, Agustinus Parrangan, bila upaya lawan dengan menyebar fitnah hanya sasaran anbtara guna menjapai tujuannya.
“Pilihan dan dukungan boleh beda, namun persudaraan Sangtorayan jangan dicederai, sebab orang Toraja dipersatukan dalam ikatan Tongkonan. Untuk itu marilah kita kedepankan demokrasi lebih elegan, dengan tetap menjaga kedamaian dalam kasih menuju Pikada Toraja Utara elegan dan bermartabat,”ujar Agustinus (gus/rif/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.