Bisnis

Masyarakat Tetap Minati Cakar


MAKASSAR, BKM — Larangan penjualan pakaian bekas atau yang lazim disebut masyarakat baju cakar, ternyata tidak menyurutkan semangat penjual dan pembeli untuk bertransaksi. Beberapa tempat yang menjadi tempat penjualan baju cakar ini, masih tetap ramai dikunjungi masyarakat.
Salah satunya bursa cakar yang terletak di lantai dua Pasar Terong Makassar. Para pedagang pakaian cakar ini menempati lods-lods yang sudah disiapkan di dalam pasar. Selain itu, ada pula beberapa tukang jahit yang siap mempermak baju maupun celana yang dibeli masyarakat di bursa cakar ini.
Salma, salah seorang pedagang pakaian cakar, mengatakan, animo masyarakat untuk membeli baju cakar selama tahun 2015 ini, masih tergolong tinggi. Bahkan hingga saat ini, omzet penjualan para pedagang pakaian cakar masih tetap mendapatkan keuntungan seperti hari-hari biasanya hingga mencapai Rp600.000 per hari.
”Salah satu yang membuat pakaian cakar banyak peminatnya karena harganya relatif murah, yakni mulai dari Rp10.000 hingga Rp100.000 per lembar,” ujar Salma ketika ditemui BKM di lods tempat penjualannya di Pasar Terong, Senin (12/10).
Konsumen yang datang juga beragam. Bukan hanya berasal dari kalangan kelas bawah, penggemar pakaian cakar di Pasar Terong, juga banyak dari kalangan orang berduit. Salah seorang pelanggan bursa cakar di Pasar Terong bernama Wiwin Pratiwi yang ditemui BKM ketika sedang asyik memiliki pakaian cakar, mengakui kalau hampir setiap pekan dia datang ke tempat ini.
”Saya ke sini setiap awal pekan. Karena mumpung buka baru, modelnya juga bagus dan unik-unik,” ujar wanita yang mengaku bekerja disalah satu perusahaan jual beli saham tersebut. (ppl/mir)

Komentar Anda





Comments
To Top
.