Connect with us

Olahraga

Belanda Gagal

-

CEKO, BKM — Tim Belanda harus menanggung kesedihan setelah gagal lolos ke Piala Euro di Perancis tahun 2016 mendatang. Kegagalan ini adalah yang pertama sejak tahun 1984.
Adalah Republik Ceko yang mengubur mimpi tim Belanda untuk lolos. Republik Ceko menghempaskan tim Orange dengan skor tipis 3-2 di Stadion Astana, Rabu (14/10) dini hari.
Pada saat bersamaan, Turki justru mampu menang tipis 1-0 atas Islandia. Hasil ini membuat Belanda dipastikan gagal karena untuk lolos, Belanda harus menang atas Ceko dan berharap Turki kalah. Namun harapan itu gagal terwujud dan membuat Belanda untuk kali pertama gagal ke putaran final.
Dua kegagalan Belanda menembus putaran final Piala Eropa tersebut sama-sama digelar di Perancis. Ini adalah fakta yang unik.
Selain fakta itu, beberapa fakta lain yang dikutip dari Optajoe juga menarik untuk disimak. Seperti apa?.
Kekalahan Belanda dari Republik Ceko merupakan kekalahan kedua beruntun di laga kompetitif. Hal itu menjadi rapor buruk dalam sejarah mereka.
Robin van Persie menorehkan tinta emas di laga melawan Ceko. Penyerang Fenerbache itu tercatat menjadi pemain pertama yang menorehkan 50 gol untuk Belanda.
Dua gol yang dicetak Republik Ceko di babak pertama baru terjadi lagi di laga kandang Belanda. Sebelumnya, hal serupa dialami Belanda saat menghadapi Portugal pada Oktober 2000. Sepanjang babak kualifikasi Euro 2016, Belanda sudah kebobolan 14 gol.
Danny Blind berkeras ia akan terus jadi manajer Belanda, meski gagal membawa tim lolos ke Euro 2016.
“Saya ingin bertahan di De Oranje. Saya tidak merasa reputasi saya rusak. Di atas semua itu, kami butuh seseorang yang bisa menganalisa semuanya dan melihat apa yang salah. Saya tidak datang di waktu yang tepat, namun saya melakukan pekerjaan saya,” tutur Blind pada NOS.
“Kekecewaan terjadi di seluruh babak kualifikasi, yang tidak berjalan dengan baik. Anda harus realistis. Semua orang akan sadar banyak hal yang harus diubah, namun kami kehilangan 12 hingga 15 pemain.”
Wesley Sneijder mengatakan bahwa Belanda akan mengambil keputusan yang salah jika mereka memutuskan memecat manajer Danny Blind.
Blind sendiri baru menangani tim di bulan Juli, usai ditunjuk menggantikan Guus Hiddink, yang memilih mundur lantaran merasa tak sanggup membawa tim berprestasi seperti pendahulunya, Louis van Gaal.
“Saya lelah secara mental dan fisik. Jika Anda tahu Anda harus menang di laga ini, Anda tidak boleh membiarkannya lepas begitu saja dengan membuat kesalahan seperti ini,” tutur Snejider pada NOS.
“Ada banyak hal yang berjalan dengan salah. Kami tahu Republik Ceko tim bagus. Namun Anda harus terus kompak dan kami cukup kecewa,” katanya.
“Kami tampil bagus di awal, namun banyak membuat kesalahan. Namun Blind harus bertahan. Ini tak ada hubungannya dengan dia. Para pemain yang tak mampu melakukan tugasnya dengan baik,” ujarnya lagi. (bs/cha)

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini