Bisnis

BPJS Kesehatan Dapat Pembiayaan PMN


JAKARTA, BKM -– Rapat kerja antara pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan Komisi XI DPR RI yang mengagendakan pembahasan persetujuan Penyertaan Modal Negara ( PMN) untuk lembaga di bawah Kemenkeu, menghasilkan suatu putusan yang tak terduga sebelumnya.
Menteri Keuangan, Bambang PS Brodjonegoro, menyampaikan ada permintaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan agar cadangan pembiayaan sebesar Rp1,54 triliun disetujui menjadi pembiayaan berupa PMN. Ditambahkan, animo masyarakat sangat tinggi untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan. Meski para peserta ini membayar iuran, namun banyaknya peserta baru berdampak pada kondisi keuangan.
”Sesuai dalam pembahasan APBNP 2015, ada cadangan pembiayaan untuk BPJS Kesehatan sebesar Rp1,54 triliun. Setelah melihat perkembangan BPJS Kesehatan, dimana terjadi gangguan pada arus likuiditas, maka kami memohon cadangan pembiayaan yang sebesar Rp1,54 triliun, dengan persetujuan Komisi XI, diubah menjadi pembiayaan,” papar Bambang di sela-sela pertemuan yang berlangsung Kamis malam (15/10).
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, mengungkapkan, jumlah kepesertaan saat ini mencapai lebih dari 152 juta orang. Namun sayangnya, ada missmatch antara pendapatan iuran dengan pengeluaran BPJS Kesehatan sebesar Rp5,85 triliun. Kalaupun PMN disetujui, maka masih ada aset netto negatif sebesar Rp 4,31 triliun. Akan tetapi, menurut Fachmi, suntikan ini sangat diperlukan BPJS Kesehatan. Sebab, tidak mungkin mereka melakukan moratorium kepesertaan, atau menaikkan iuran.
”Total iuran yang masuk Rp 39 triliun, sedangkan pengeluarannya Rp41 triliun. Kalau ini tidak turun, terus terang bulan depan mulai sangat terganggu pembayaran kita ke rumah sakit-rumah sakit. Intinya kalau tidak diberikan ya potensi default, gagal bayar,” kata Fachmi. (*mir)

Komentar Anda





Comments
To Top
.