Politik

Camat Pallangga Diduga Kampanyekan Adnan-Kio


MAKASSAR, BKM–Netralitas Camat Pallangga Gowa, Khamsinah Dg Tarring yang memboyong sedikitnya empat lurah, 12 camat, para kepala lingkungan, kepala dusun beserta keluarganya dipertanyakan sejumlah pihak.
Khamsinah dituding memobilisasi keberangkatan para PNS yang menjabat Lurah, Sekdes atau Plh Kades se Kecamatan Pallangga ke obyek wisata, Pantai Bira, Bulukumba, Sabtu hingga Minggu (18/10).
Rombongan yang berjumlah ratusan orang ini berangkat pukul 09.00 wita menggunakan tiga bus dan puluhan kendaraan roda empat dan tiba di Bira sekitar pukul 16.00 Wita.
Rombongan langsung istirahat di Sapoya Cottage. Setelah istirahat dilanjutkan makan malam lalu berkumpul di halaman Cottage. Pada kesempatan itu, Kadus Pajalau, Dg Sijaya mewakili para Kadus dan Kepala Lingkungan tampil memberi sambutan. Ditengah sambutan, spontan sebagian rombongan berteriak seperti dikomando, “Hidup nomor 5, hidup nomor 5.” Teriakan itu disambut senyum oleh Sijaya. Selanjutnya, giliran Kades Toddotoa, Saliruddin, mewakili para kades memberi sambutan. Lagi-lagi, disela sambutan terdengar teriakan, “Hidup nomor 5, hidup paslon Adnan-Kio. Saliruddin pun sumringah mendengar teriakan itu.
Untuk itu, Panwaslu diminta agar mengawasi netralitas PNS karena indikasinya sangat jelas tidak netral.
Berdasarkan peraturan perundang-undangan, jika ada PNS yang secara sengaja menyatakan afiliasi politik dukung mendukung salah satu paslon jelas melanggar UU No.5/2014 tentang ANS dan UU No.8/2015 tentang Pilkada.
Khamsina yang dikonfirmasi membenarkan soal keberangkatannya dengan Lurah dan Kades. Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan hal yang biasa dilakukan sejak dirinya menjadi camat. “Itu hal biasa karena kita rekreasi kalau ada hari libur. Selain itu pertemuan silaturahmi yang dikemas dalam bentuk rekreasi juga untuk mempererat hubungan antara pemerintah dengan aparat yang ada dibawahnya beserta kelurga mereka,”ujarnya. Kamsina membantah jika silaturahmi tersebut dibungkus dengan politik. “Kami semata-mata rekreasi, sama kalau beberapa waktu lalu kami mengajak aparat dibawah untuk memancing,”jelasnya. Dari berbagai sumber, yang ikut yakni Kades Panakukang, Julukanaya, Julupamai, Kampili, Julubori, Bungaejayya, Palangga, Jenetalasa, Bontoala. “Yang menjadi soal sejumlah plh kades adalah Sekdes yang berstatus PNS.
Jubir paslon Tenri Olle-Hairil Muin, Djaya Djumain mengaku menyerahkan soal mobilisasi PNS ke Bira ke paswas untuk menindaklanjuti. “Apabila ada indikasi pelanggaran Panwas tentu punya pedoman soal pelanggaran,”ujar Djaya.
Di Barru, Panitia Pengawas Lapangan(PPL) Desa Lawallu melaporkan Sekretaris Desa Lawallu Amir Miru karena kedapatan membagi-bagikan gambar salah seorang calon Bupati Barru kepada beberapa Ketua RT untuk dipasang.
Tindakan tidak netral dari Sekdes tersebut, akhirnya diproses pihak Panwas sebagai bentuk ketidaknetralan seorang oknum PNS.
Ketua Panwas Barru, Abdul Mannan yang dihubungi, Minggu (18/10) membenarkan jika Sekdes Lawallu dilaporkan oleh pihak PPL atas pelanggaran pemasangan tanda gambar yang bukan dari hasil cetakan KPU. Selain itu, tanda gambar yang dipasang pun berukuran sekitar 1 kali 2 meter. “Saat ini laporan PPL atas pelanggaran yang dilakukan Sekdes sedang kami proses,” kata Mannan.
Secara terpisah Sekretaris Desa Lawallu, Amir Miru yang berusaha dihubungi tidak berhasil. Handphone miliknya beberapa kali dihubungi, tapi tidak dijawab (sar/udi/rif/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.