Politik

Tim AIS Diteror


BARRU, BKM–Aksi yang tidak terpuji ditunjukkan pihak tertentu disisa 53 hari jelang pencoblosan di Pemilukada Barru. Ketenteraman dan suasana kondusif yang tercipta selama ini, ternoda dengan teror yang dialamatkan ke relawan paslon Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS).
Cara tidak simpatik itu diduga dilakukan kawalan geng motor dengan cara melempar atap dan pintu ruko yang saat itu sedang ditempati beberapa relawan AIS di Jalan Sultan Hasanuddin, atau tepatnya di depan bangunan SPBU yang tidak difungsikan.
Informasi yang dihimpun, pelemparan terjadi berulang kali diatap ruko berlantai 2 tersebut terdengar ada bunyi batu dari arah bagian depan ruko tersebut yang diduga sekelompok geng motor yang sering mangkal hingga dinihari.
“Awalnya saya tidak menghiraukan. Tapi lama-lama, bunyi di bagian atap sering terdengar, sehingga saya mengintip di bagian depan. Ada beberapa orang yang lari menuju bagian depan salah satu kelompok yang saya curigai adalah pelaku pelemparan,” kata salah seorang relawan AIS, Faisal, baru-baru ini.
Setelah kejadian itu, “geng motor” yang dicurigai sebagai pelaku pelemparan berkumpul di badan jalan, sembari berteriak-teriak, dan membunyikan motornya yang mengusik ketenangan warga, dan sudah menjurus ke tindakan anarkis.
Terkait teror itu, Wakil Ketua Tim Pemenangan AIS, Andi Wawo, meminta pendukung, relawan dan simpatisan Idris-Suardi untuk tidak terpancing, apalagi sampai membalasnya. “Kita doakan saja semoga geng motor itu dikembalikan ke jalan yang benar,” imbau Andi Wawo.
Wakil Ketua DPRD Barru itu menguraikan, karakter orang Barru dikenal santun, dan menjaga suasana kondusif. Sehingga ia berharap, teror yang bisa mengancam keamanan diharapkan tidak dibalas dengan menggunakan cara-cara anarkis.
Juru Bicara AIS, Arif Saleh mengemukakan pihaknya sejak awal memang selalu meminta dan menghimbau pendukng dan relawan untuk tetap bersabar jika ada teror, ancaman, atau ada yang menjelek-jelekkan AIS.
“Orang berpendidikan itu selalu mengedepankan otak dan bukan otot. Dan Tim AIS memang sejak dulu menghimbau tidak melakukan atau menggunakan cara-cara anarkis dalam bersosialisasi. AIS juga menghargai perbedaan pilihan,” pungkasnya.(udi/rif/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.