Connect with us

Olahraga

SU Banjir Bintang, ASA tak Gentar

-

PAREPARE, BKM–Bentrok ASA FC Sulbar melawan Sidrap United (SU) di Grup B akan tersaji di Stadion Gelora Mandiri, Parepare Senin (2/11) sore hari ini. Kesebelasan yang menang di laga ini sudah dipastikan lolos dan memimpin Grup B. Di grup ini, Gaswa Wajo dipastikan tersingkir setelah menelan kekalahan beruntun dua kali.
SU masih dijagokan bisa membungkam perlawanan ASA Sulbar. Ini mengingat materi pemain SU yang bertabur bintang seperti Boas Salosa, Firman Utina dan Markus Horison.
Meski tak memiliki pemain bintang yang berlaga di ISL, ASA Sulbar mengaku tidak gentar menghadapi SU. Sebaliknya, ASA sangat optimis bisa melenggang mulus menjuarai Grup B dengan tiga kemenangan tanpa terkalahkan.
Pelatih SU, Tony Ho kepada BKM menegaskan, timnya menargetkan menjadi juara Grup B sekaligus akan masuk ke babak final dan bisa menjuarai turnamen Habibie Cup XXI tahun ini.
“Setelah kami menang lawan Gaswa Wajo dengan 2-0, maka kami sangat optimis bisa menang lawan ASA Sulbar,” tegasnya. SU sendiri, kata Tony, akan menerapkan pola strategis, 4-4-3.
Terpisah, pelatih ASA FC Sulbar Budiarjo mengaku optimis bisa membungkam SU. Menurut dia, timnya sama sekali tidak gentar dan siap tempur melawan SU yang bertabur pemain bintang.
“Kami akan pertontonkan permain terbaik kami. Yang pasti ASA tidak gentar menghadapi SU,” tegasnya.
Menurut Budiarjo, ASA FC Sulbar akan memakai pola 4-4-2-1.
Usai laga SU lawan ASA, pertandingan seru juga tersaji di Grup C antara Persibone vs Japfa Palu. Persibone harus memenangkan laga untuk bisa lolos ke perdelapan final Habibie Cup XXI.
Sebelumnya, Persibone hanya bisa memetik poin satu setelah bermain imbang melawan Persiban Bantaeng. Hal yang sama juga dihadapi Japfa Palu. Mereka harus menang dalam laga ini. Solanya, pada laga sebelumnya mereka dilumat Persiban Bantaeng .
Sementara itu, Panitia Turnamen Habibe Cup XXI akhirnya memecat wasit Jusman. Jusman dipulangkan dan tidak diperbolehkan lagi memimpin pertandingan di ajang kompetensi lokal bergensi ini. Keputusan Jusman yang menganulir keputusan bola pinalti yang diberikan kepada PSM Makassar saat menghadapi Sandeq Polman dinilai sebagai tindakan salah dan tidak profesional. Akiabtnya, laga tersebut berjalan panas.
“Kami sudah pecat pelatih seperti itu karena bisa merusak turnamen ini. Makanya, kami selaku panitia harus mengambil tindakan tegas,” kata Ketua Panitia Turnamen Habibie Cup XXI, Mustafa Mappangara kepada BKM, Minggu (1/11).
Keputusan Jusman yang menganulir pinalti bisa memicu provokatif yang merusak nama baik pertandingan laga bergensi ini. (smr/cha/b)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini