Connect with us

Olahraga

SU Ketemu Persipare di Final

-

BKM/SAMIR PROTES - Pemain PSM Makassar melayang protes kepada wasit lantaran wasit dinilai berat sebelah.

PAREPARE, BKM — Sidrap United (SU) berhasil melaju ke babak final Habibie Cup XXI setelah menumbangkan tim Juku Eja, PSM Makassar dengan skor tipis 4-0 di Stadion Gelora Mandiri, Senin (8/11) sore. SU telah ditunggu Persipare di babak final yang sehari sebelumnya berhasil menumbangkan Gasma Enrekang dengan skor 1-0.
Laga SU melawan PSM Makassar berjalan panas. Gol tunggal SU dicetak Firman Utina di menit ke 25 babak pertama. Gol cepat SU membuat anak-anak PSM tampil lebih agresif.
Di babak pertama, wasit ISL asal Kalimantan, Najamuddin Aspiran yang memimpin jalannya laga menjadi sorotan penonton dan offisial PSM.
Direktur PSM Makassar, Sumirlan melayangkan protes keras ketika pemain SU, Makan Konate handsball di samping gawang PSM. Namun wasit tidak meniup pluit tanda pelanggaran.
Sumirlan mengaku sangat menyesalkan sikap wasit yang dia nilai berat sebelah yang dinilai ingin memuluskan SU ke final turnamen Habibie Cup XXI.
Protes Sumirlan bahkan sempat membuat permainan terhenti sekitar 10 menit. Di babak kedua, anak-anak PSM sempat tidak mau melanjutkan pertandingan. Namun setelah disikusi yang alot, tim Juku Eja akhirnya melanjutkan pertandingan.
”Saya kecewa terhadap wasit. Kalau mau bermain jangan main kasar sehingga kami yang dirugikan. Keputusan berat sebelah seolah-olah kami sengaja mau dikalahkan dalam pertandingan ini,” katanya.
Sumirlan menambahkan, penampilan anak asuhnya sangat baik. Sehingga pertandingan berjalan menarik serta seru.
”Kami menghibur penonton dan tidak mau mengecewakan penonton makanya kami lanjutnya pertandingan. Jika wasit masih melakukan pelanggaran maka kami akan berhenti bermain,” tegasnya.
PSM pun melanjutkan pertandingan. Di menit ke 55, keputusan wasit kembali diprotes. Pemain SU yang menyikut keras pemain PSM di depan wasit, hanya berbuah hukuman kartu kuning bukan kartu merah. Akibatnya, kubu PSM tidak melanjutkan pertandingan dan memilih meninggalkan lapangan.
Pelatih PSM, Syafril Usman meminta pemainnya pulang dan laga ini dihentikan. Direktur PSM Sumilan mengaku lebih baik berhenti bermain dari pada dicurangi.
”Biarlah kami kalah dan tidak melanjutkan permainan dari pada kalah karena wasit yang sengaja mengalahkan tim kami,” tegasnya.
Karena tidak melanjutkan pertandingan, maka PSM dinyatakan kalah.
Menurut Inspektur wasit, Jamaluddin, sesuai pasal 50, apabila suatu kesebelasan berhenti dengan sengaja maka diberi waktu selama lima menit. Dan jika tidak bersedia melanjutkan, maka diangap mogok. Pada pasal 64 tentang hukuman mogok dan tidak melanjutkan pertandingan, katanya, maka gol kekalahan dinyatakan ditambah, sesuai peraturan PSSI Nomor 1 Tahun 2008.
“Jadi karena kalah satu kosong ditambah 3 kosong, maka dinyatakan PSM kalah 4-0,” katanya.
Ditanya mengenai masalah keputusan wasit yang tidak profesional dan dinilai berat sebelah, menurut Jamaluddin itu bisa ditepis. Menurutnya, keputusan wasit sudah benar, karena tidak melihat pelanggaran itu akibat terhalang badan pemain.
“Sesuai pandangan wasit kartu kuning maka tidak bisa diintervensi untuk diberi kartu merah, karena wasit tidak melihat pelanggaran di depannya, bahkan sudah koordinasi dengan hakim garis,” kilahnya, membela wasit Najamuddin.
Hal senada diungkapkan Koordinator Pengawas Wasit, Syamsir Ali. Menurut dia, keputusan wasit adalah keputusan mutlak tanpa bisa diintervensi.
”Kami tidak bisa intervensi keputusan wasit di lapangan,” katanya singkat.
Di tempat yang sama, Sekretaris Panitia, Ibrahim Manisi sangat menyesalkan sikap wasit yang sangat kasar melakukan permainan membela SU.
”Ini tidak bisa dipungkiri karena ulah wasit yang bisa mencoreng turnamen ini, dan saat final kami minta wasit yang profesional tanpa memihak siapa pun serta menjunjung sportifitas,” katanya.
Dengan lolosnya SU, maka dipastikan Laskar Ganggawa akan berhadapan dengan Persipare di laga final, Selasa, (10/11) sore.
”Pengamanan akan diperketat untuk menghindari terjadinya pergesekan antar sporter,” kata Kapolres Parepare, AKBP Alan Gerrit Abast. (smr/cha/b)

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini