Bisnis

Pengguna Pertamax dan Pertalite Meningkat


Ketgam: BKM/AMIRUDDIN NUR PROMO PERTAMAX DAN PERTALITE -- Sales Executive Wilayah I Pertamina MOR VII Sulawesi Wilayah I, Jimmy Wijaya didampingi Marketing Supervisor TVS Motor Makassar, Kurniandi, mendengar penjelasan dari Usage & Acquiring Manager Bank Mega Cabang Makassar, Tesar Aviandi dan stafnya, Jean Borean tentang tatacara penggunaan alat EDC yang akan dipasang di SPBU.

MAKASSAR, BKM — Sejak mulai dilaunching beberapa waktu lalu, penjualan Pertamax maupun Pertalite terus menunjukkan peningkatan. Meski demikian, PT Pertamina (persero) terus berupaya meningkatkan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) beroktan 92 dan 90. Dengan menggandeng sejumlah perusahaan sebagai mitra, perusahaan energi plat merah ini menargetkan penjualan Pertamax dan Pertalite berada diangka 30 persen.
”Seperti yang sekarang kita lakukan bersama Bank Mega. Dimana, setiap pembelian Pertamax maupun Pertalite menggunakan kartu kredit Bank Mega minimal Rp150 ribu, tidak berlaku kelipatan, berhak mendapat kesempatan mengikuti promo undian. ,” kata Sales Executive Wilayah I Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi Wilayah I, Jimmy Wijaya, saat melaunching promo ini di SPBU Ratulangi Makassar, Selasa (10/11).
Saat melakukan launching, Jimmy Wijaya didampingi Usage & Acquiring Manager Bank Mega Cabang Makassar, Tesar Aviandi, Marketing Supervisor TVS Motor Makassar, Kurniandi, dan Jean Borean, staf Usage & Acquiring Bank Mega Cabang Makassar. Hadiah yang disediakan pada promo ini cukup banyak, seperti vocer belanja, paket tur, dan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor TVS Apache. Promo ini berlangsung dari 9 Nopember hingga 20 Desember 2015.Jimmy mengakui, dengan serangkaian program promo yang dilakukannya, ternyata memberi hasil positif dalam mendongkrak penjualan Pertamax maupun Pertalite. Misalnya Pertamax, ketika pertama kali diperkenalkan kepada publik, angka penjualannya berada dikisaran 20 kiloliter (KL) per hari. Tapi sekarang sudah mencapai 60 KL per hari. Begitu pula dengan Pertalite, ketika awal penjualannya sekitar satu bulanan lalu, penjualannya masih dikisaran 22 KL per hari, sekarang sudah menjadi 30 KL per hari.
”Namun seiring perjalanan waktu dengan serangkaian program yang kami terus lakukan dengan menggandeng berbagai perusahaan sebagai mitra, jumlah penjualannya pada saat ini telah mencapai rata-rata 60 KL per hari. Dari jumlah ini, sekitar 50 persen atau 30 KL terjual di Makassar. Begitu pula Pertalite dari 22 KL per hari sekitar satu bulanan lalu, sekarang sudah mencapai 30 KL per hari. Satu hal yang membuat kami surprise dalam penjualan Pertamax ini, yaitu mayoritas konsumen yang membeli Pertamax adalah perempuan. Alasan mereka menggunakan Pertamax, karena laju kendaraan lancar, mesin tidak rewel, dan penggunaan bahan bakarnya irit. Sehingga harga yang relatif sedikit lebih mahal, tentu telah sebanding dengan kualitas yang ditawarkan dan irit dalam penggunaannya,” katanya.
Sementara itu, Usage & Acquiring Manager Bank Mega Cabang Makassar, Tesar Aviandi, menjelaskan, dalam kerjasama ini pihaknya menyediakan alat Electronic Data Capture (EDC) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Makassar. Beberapa SPBU masih minim penggunaan mesin EDC. Sejauh ini, pihaknya telah menyediakan 22 mesin EDC di SPBU yang ada di Makassar pada program tahun lalu. Dan identifikasi SPBU yang pengguna EDC nya aktif ada sepuluh. Ke depan, pihaknya bakal menambah mesin EDC menyesuaikan tingkat pertumbuhan pemakai Pertamax dan Pertalite.
Tesar mengatakan, pihaknya sedang melakukan identifikasi apakah SPBU itu layak ada EDC. Sebab ada SPBU yang lebih banyak penggunaan Premium. Selain itu, ada pula SPBU yang penggunanya lebih banyak Pertamax. Tapi itu adalah kendaraan roda dua. Sedangkan targetnya adalah pengguna Pertamax kendaraan roda empat. Melalui kerjasama ini diharapkan penjualan Pertamax dan Pertalite lebih meningkat seiring dengan sale volume pengguna kartu kredit,” jelasnya. (mir)

Komentar Anda





Comments
To Top
.