Bisnis

CTM jadi Travel Mart Terbesar KTI


Ketgam: IST LOVELY TORAJA -- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, Jufri Rahman bersama Wagub, Agus Arifin Nu'mang dan sejumlah undangan baik dari pusat maupun daerah, saat menghadiri even Lovely Toraja 2015 beberapa waktu lalu.

MAKASSAR, BKM — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerja sama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Sulsel, kembali menggelar Celebes Travel Mart (CTM). Even yang digelar untuk kedua kalinya ini akan digelar pada 17-19 November di Four Points By Sheraton.
LOVELY TORAJASelasa, 16 November malam ini para buyers dan pelaku wisata dari beberapa negara akan menghadiri jamuan makan malam dan welcome party di gedung Mulo. Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, Jufri Rahman, mengatakan, Celebes Travel Mart merupakan even rutin yang digelar Pemprov Sulsel dalam mempertemukan penggiat wisata Sulsel dengan buyers dari beberapa negara.
”Ini kesempatan bagus dalam mempromosikan destinasi wisata di Sulsel,” kata Jufri.

CTM jadi Travel Mart Terbesar KTI

CTM jadi Travel Mart Terbesar KTI

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Sulsel, Devy Khaddafi, berharap even CTM ini dapat memberikan warna baru bagi pariwisata Sulsel. Bahkan, kata dia, apabila CTM kali ini berjalan dengan lancar dan bagus, maka tahun depan akan dibuat lebih besar lagi. CTM dipastikan menjadi travel mart terbesar Kawasan Timur Indonesia. Apalagi sudah masuk Malaysia dan Singapura. CTM rencananya dibuka langsung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan dihadiri pejabat dari Kementerian Pariwisata.
Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, mengatakan dua hal yang menjadi target CTM kali ini, yakni promosi dan transaksi. Ia berharap, kehadiran para buyers luar kota Makassar dan seller dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura, mampu mendobrak wisatawan asing dan nusantara. Ini menjadi sebuah stimulus lahirnya disertifikasi segmen pariwisata.
”Sejauh ini, seller bertambah terus dan ditarget akan dihadiri 50 seller. Belum ada travel mart atau expo di Indonesia Timur pada sektor pariwisata. Ke depannya, CTM akan menjadi embrio terhadap travel mart se-Sulawesi,” katanya.
Sementara itu, Ketua ASITA Sulsel, Didi Leonardo Manaba, mengatakan, CTM ke II ini menerapkan sistem bussines to bussines (B to B). Tidak lagi melalui masyarakat. Progres antusiasme industri pariwisata Sulsel untuk bergabung di CTM ini sangat besar. Menurutnya, pelaku industri sadar bahwa yang akan datang merupakan buyer sangat potensial.
Biro perjalanan anggota ASITA sendiri, datang dari seluruh Indonesia. Buyer potensial diharapkan tidak hanya menambah wisatawan yang masuk, melainkan meningkatkan volume internasional flight, baik dari Singapura maupun Malaysia. Ke depannya, waktu CTM akan ditetapkan bahwa pelaksanaannya pada akhir tahun, yakni November. Sehingga buyer internassional dan domestik bisa mengatur skedul promosinya di CTM. (rhm/mir/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.