Kriminal

Kasus Legislator Narkoba Dilimpahkan ke Kejari


MAKASSAR, BKM — Penyidik Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar akhirnya melimpahankan (tahap dua) kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menyeret legislator Sulbar, Muhammad Taufan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (PN) Makassar.
Pelimpahan tersangka dan barang bukti narkotika yang menyeret politikus Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) di Kejaksaan Negeri Makassar, dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkotika.
Muhammad Taufan tiba di kantor Kejari Makassar pada pukul 16.34 wita didampingi penyidik dari satuan narkoba Polrestabes Makassar. Taufan yang hadir mengenakan baju kemeja kotak-kotak berwarna coklat dengan menggunakan celana jeans biru dan menggunakan sendal kulit warna hitam.
Muhammad Taufan langgsung digiring ke ruang tuntutan Kejari Makassar, untuk melakukan proses registrasi tahap dua.
Pada proses tahap dua tersebut Muhammad Taufan juga hadir di Kejari Makassar tanpa didampingi oleh pengacara.
Selain Muhammad Taufan, dua tersangka lainnya yang berstatus sebagai pengusaha, yakni Haris Suang dan Zaldi Padjonga juga turut di tahap dua.
“Sudah kita limpahkan barang bukti dan tersangkanya di kejari. Pelimpahan tahap dua itu dilakukan karena kasus ini sudah rampung ditangani penyidik,” kata Wakil Kepala Satuan (Wakasat) Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Muh Fajri, Senin (16/11).
Fajri menuturkan, tersangka dijemput oleh penyidik di BNN Baddoka. Karena, tersangka menjalani rehabilitasi di Balai Rehabilitasi Baddoka.
Pihaknya kata Fajri, tidak melakukan penahanan terhadap tersangka karena tersangka mendapat assesmen dari BNN untuk dilakukan rehabilitasi karena tersangka dianggap, ketergantungan dengan narkotika.
“Tersangka diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum, karena dalam kasus narkotika yang menyeret wakil rakyat itu telah dinyatakan lengkap. Berkas kasus itu sudah di P-21 pekan lalu,” ujarnya.
Sementara, Kepala Kejari Makassar, Deddy Suwardi mengatakan, berkas perkara legislator DPRD Provinsi Sulbar, Muhammad Taufan dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkotik telah P-21 pekan lalu.
“Syarat formil dan materilnya telah terpenuhi. Kita juga sudah terima pelimpahan tahap duanya dari polisi. Tersangka dan barang bukti sudah kami terima, ” kata Deddy.
Deddy menjelaskan jika jaksa peneliti telah menyimpulkan alat bukti penyalahgunaan narkotik yang dilakukan itu sudah cukup kuat. Hanya saja dia menolak menjelaskan secara detail. “Jaksa tinggal melimpahkan berkas dan barang buktinya ke dipersidangan, ” cetusnya.
Selain itu juga Deddy yakin dapat membuktikan dakwaannya di pengadilan. “Semua syarat sudah terpenuhi, jadi dakwaan jaksa bisa dibuktikan, ” tandasnya.
Setelah menjalani proses tahap dua, kata Deddy, ketiga tersangka tersebut akan dikembalikan Panti Rehabilitasi Baddoka hingga proses sidang. Berdasarkan adanya asesmen dari pihak BNN kepada Kejari Makassar.
“Dalam kasus ini ketiga tersangkanya dijerat dengan pasal 112 dan pasal 127 undang-undang tentang penyalahgunaan narkotika, dengan ancaman minimal 4 tahun penjara,” kata Deddy.
Sebelumnya penangkapan terhadap Muhammad Taufan bermula dari informasi masyarakat yang kemudian diselidiki kepolisian dari Polrestabes Makassar.
Setelah memastikan adanya tindak pidana narkotika, polisi bergerak melakukan penggerebekan di rumah Zaldy yang terletak di Jalan Jipang Permai. Ketiga pelaku saat digrebek tak berkutik lantaran tertangkap basah sedang pesta sabu.
Dirumah tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 2 sachet sabu, 1 set alat isap alias bong, dan 3 buah pireks. (mat-ril/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.