Kriminal

Lurah Sudiang Diperiksa Kasus TPU Sudiang


Lurah Sudiang Diperiksa Kasus TPU Sudiang

MAKASSAR, BKM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar melakukan pemeriksaan terhadap Lurah Sudiang, Udin H I Idris, terkait proyek pembebasan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sudiang, Kecamatan Biringkanaya.
Udin diperiksa sebagai saksi terkait proyek yang menghabiskan anggaran sebesar Rp10 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar, Tahun 2015 itu.
“Yang bersangkutan sudah kita mintai keterangannya, kata Kepala Kejari Makassar, Deddy Suwardy Surachman, Senin (16/11).
Deddy mengatakan, bahwa pemeriksaan terhadap Udin hanya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembebasan lahan TPU Sudiang.
Udin selaku Lurah sudiang, kata Deddy dipanggil untuk dimintai keterangannya soal status kepemilikan lahan TPU Sudiang. Guna kepentingan penyelidikan. “Ini masih dalam proses Puldata dan Pulbaket,” tandasnya.
Deddy masih enggan membeberkan hasil pemeriksaan tersebut, karena dikhawatirkan akan menganggu proses penyelidikan.
Selain itu juga dikhawatirkan nanti barang bukti terkait kasus ini dikaburkan atau dihilangkan, sehingga nanti kata Deddy akan menyulitkan penyelidik dalam mengusut kasus ini. “Kita tidak bisa terlalu mengumbar ke publik dulu soal kasus ini, kami khawatir barang buktinya nanti dikaburkan atau dihilangkan,” kata Deddy.
Sementara Lurah sudiang, Udin H I Idris, mengatakan bahwa dirinya dipanggil hanya sebagai saksi dalam kasus TPU Sudiang untuk dimintai keterangannya.
“Saya hanya dipanggil untuk klarifikasi saja,” Kata Udin.
Udin mengatakan pemeriksaan terhadap dirinya yang dilakukan oleh penyelidik terkait soal status kepemilikan lahan yang sekarang telah dialihkan statusnya sebagai lahan TPU.
“Saya hanya dimintai keterangan soal status kepemilikan lahan yang terdaftar dalam buku F dan daftar pajak yang ada di kelurahan,” ujarnya.
Terkait soal kasus tersebut, Udin mengaku tidak tahu menahu soal kasus pembebasan lahan TPU tersebut, “Saya tidak tahu soal kasusnya, tanyakan ki saja langsung sama jaksanya.”
Berdasarkan informasi yang diperoleh, menyebutkan bahwa rencana pembebasan lahan yang telah dibebaskan untuk TPU tersebut seluas 2,5 hektar.
Harga lahan yang telah dibayarkan kepada ahli waris sebesar Rp700 ribu permeter, hanya saja harga yang diusulkan dalam APBD untuk pembebasan lahan tersebut adalah Rp800 ribu permeter.
Dalam pembebasan lahan TPU tersebut, terdapat selisih dengan yang diterima oleh ahli waris pemilik lahan, yang disinyalir ada indikasi Mark up antara harga pembebasan lahan dengan harga yang diusulkan dan dibayarkan kepada pemilik lahan.
Anggaran pembebasan lahan untuk TPU Sudiang dikucurkan melalui UPTD Pemakaman, yang dibawahi oleh dinas pertamanan dan kebersihan kota makassar.
Selain itu juga Ahli waris yang telah menerima pembayaran pembebasan lahan untuk TPU tersebut, diketahui tidak memiliki hak. Sebab lahan tersebut adalah lahan fasum, yang semestinya adalah milik pemerintah, namun diterbitkan sertifikat hak milik. (mat-ril/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.