Kriminal

Kejari Endus Keterlibatan Oknum Pejabat Pemkot


Kasus Pembebasan Lahan TPU Sudiang

MAKASSAR, BKM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar mengendus adanya keterlibatan oknum pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam pembebasan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sudiang.
Beberapa oknum pejabat tersebut diduga kuat memiliki keterlibatan dan peran penting dalam proses pembebasan lahan TPU Sudiang.
“Ini yang sementara kita telusuri,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, Deddy Suwardy Surachman, Rabu (18/11).
Berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan, terdapat indikasi pelanggaran dalam proses pembebasan lahan TPU Sudiang. Hanya saja Deddy mengaku belum bisa mengungkapkan, siapa saja oknum pejabat Pemkot yang dianggap melakukan pelanggaran. “Untuk itu kita masih kumpulkan bukti-buktinya dulu. Untuk kepentingan penyelidikan kita belum bisa terlalu terbuka,” kata Deddy.
Adapun oknum pejabat yang dimaksud Deddy, dianggap memiliki peran penting dalam proses pembebasan lahan TPU Sudiang, hingga tahap proses pembayaran lahan kepada pemilik lahan.
Selain itu juga oknum pejabat tersebut juga diduga kuat ikut terlibat dalam penentuan harga lahan yang dibebaskan. “Pejabat ini lah yang berperan penting dalam penetuan harga lahan yang akan dibebaskan untuk dijadikan TPU di Sudiang,” ujar Deddy.
Deddy menjelaskan, terkait adanya keterlibatan oknum pejabat Pemkot Makassar dalam kasus ini, berdasarkan hasil pengembangan dan keterangan dari beberapa saksi yang sudah diperiksa.
Deddy tidak menampik, bila alat bukti keterlibatan oknum pejabat Pemkot tersebut telah cukup, tidak menutup kemungkinan akan dijadikan tersangka.
“Kalau alat buktinya sudah cukup, tentu kita tidak akan segan-segan untuk jadikan tersangka,” tukas Deddy.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal membantah bila ada masalah dalam proses pembebasan lahan TPU Sudiang.
“Menurut saya tidak ada masalah dengan pembebasan lahan TPU Sudiang,” kata Daeng Ichal sapaan akrabnya.
Syamsu Rizal meyakini jika proses pembebasan lahan TPU Sudiang sudah sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada.
Dia juga mengaku bahwa pihak Pemkot Makassar telah memanggil pejabat kecamatan dan kelurahan setempat untuk mengklarifikasi soal proses pembebasan lahan TPU Sudiang.
“Kita sudah memanggil camat dan lurah Sudiang untuk mengklarifikasi soal proyek TPU Sudiang,” ujar Ichal.
Terkait dugaan keterlibatan oknum pejabat Pemkot Makassar dalam kasus ini, Ichal belum mau berkomentar banyak. “Saya tidak tahu soal itu dek, semua kita serahkan saja sepenuhnya kepada pihak Kejaksaan, jika memang ada yang seperti itu,” tutupnya.
Diketahui bahwa rencana pembebasan lahan yang telah dibebaskan untuk TPU tersebut seluas 2,5 hektar. Harga lahan yang telah dibayarkan kepada ahli waris sebesar Rp700 ribu permeter, hanya saja harga yang diusulkan dalam APBD untuk pembebasan lahan tersebut adalah Rp800 ribu permeter.
Dalam pembebasan lahan TPU tersebut, terdapat selisih dengan yang diterima oleh ahli waris pemilik lahan, yang disinyalir ada indikasi mark up antara harga pembebasan lahan dengan harga yang diusulkan dan dibayarkan kepada pemilik lahan.
Sebelumnya, Kepala Bidang Petanahan, Arya Bima, Senin (19/10) lalu mengatakan, proses lahan TPU Sudiang telah melalui prosedur yang diberlakukan. Bahkan, kata dia, nilai lahan TPU yang dibayarkan ke ahli waris dibawah nilai NJOP.
“Proses pembebasan lahan kita lakukan dengan trasnparan, dihadiri seluruh ahli waris serta disaksikan lurah dan camat setempat. Bahkan yang kami bayarkan Rp800 ribu permeter itu sudah dibawah nilai NJOP di daerah itu, yakni diatas Rp9oo ribu,” jelasnya.
Arya juga membenarkan jika nilai harga lahan yang dibebaskan Rp800 ribu. Adapun alokasi anggaran yang diusulkan di APBD Makassar tahun 2015 mencapai Rp10 miliar lebih.
“Kisaran 10 miliar yang diusulkan untuk membebaskan 3 hektar lebih lahan disana. Dan tahun depan kita akan usulkan kembali anggarannya karena masih ada siswa sekitar 1,2 hejtar yang belum dibebaskan,” jelas Arya lagi.
Menanggapi pengusutan yang dilakukan pihak Kejari Makassar, Arya mengaku akan melakukan koordinasi dulu kepada Asiste I sebagai Ketua Tim Pembebasan Lahan TPU Sudiang. “Soal itu nanti saya koordinasi dulu sama bapak Aisten I,” ujar Arya, beberapa waktu lalu.

Komentar Anda





Comments
To Top
.