Connect with us

Olahraga

Perang Ball Possession

Real Madrid Vs Barcelona

-

Real Madrid Vs Barcelona

MADRID, BKM — Partai yang selalu mengukir sejarah, El Clasico akan kembali tersaji di Stadion Santiago Bernabeu, Minggu (22/11). Pertandingan ini sekaligus menguak kembali sejarah persaingan dua klub raksasa Eropa dari Spanyol.
Madrid diprediksi akan bermain impresif untuk bisa membungkam anak asuh Luiz Erique. Meski bermain di kandang sendiri, namun Madrid sepertinya akan kalah ball possession (lagi) dari sang rival.
Terakhir kali Madrid menang ball possession melawan Barcelona di La Liga adalah pada 7 Mei 2008 silam. Sejak itu, di kompetisi ini, Madrid selalu inferior atas Barcelona untuk urusan penguasaan bola.
Laga 7 Mei 2008 itu dimainkan di Santiago Bernabeu, diawali dengan guard of honour oleh Barcelona untuk sang rival. Madrid besutan Bernd Schuster menang ball possession 54,3% atas Barcelona racikan Frank Rijkaard.
Hasil akhirnya pun memuaskan bagi Madrid, mereka menang 4-1. Madrid unggul 4-0 terlebih dahulu melalui Raul Gonzalez menit 12, Arjen Robben menit 20, Gonzalo Higuain menit 64 dan penalti Ruud van Nistelrooy menit 79. Barcelona hanya bisa mencetak satu gol hiburan lewat Thierry Henry tiga menit jelang berakhirnya waktu normal.
Sejak itu, diwarnai beberapa kali pergantian pelatih, Madrid belum pernah lagi menang ball possession dalam El Clasico melawan Barcelona di La Liga. Kali ini pun, dengan filosofi permainan yang tak jauh beda, Madrid sepertinya akan kembali kalah ball possession dari Barcelona.
Sedangkan, Lionel Messi ‘merayakan’ 10 tahun sejak menjalani debut di El Clasico. Puluhan gol sudah dia lesakkan dalam kurun tersebut, juga beberapa rekor.
Tepat pada 19 November 2005 Lionel Messi dimainkan oleh Frank Rijkaard saat Barcelona bertamu ke Real Madrid. Pada debutnya di El Clasico tersebut Messi tampil brilian dengan mengreasikan dua assist bagi Samuel Eto’o dan Ronaldinho. The Catalans pulang dengan kemenangan 3-0 ketika itu.
Messi sebenarnya ikut bikin gol dalam laga itu, saat tembakan cungkilnya memperdaya Iker Casillas. Tapi wasit membatalkannya karena menganggap Messi sudah lebih dulu tertangkap offside.
Dari momen itu sampai 10 tahun kemudian, Messi tercatat sudah menjalani 30 Clasico. Bintang asal Argentina itu tak cuma sekadar tampil di sana karena ada sangat banyak gol dia ciptakan, rekor yang diukir dan momen-momen untuk terus dikenang fans The Catalans.
Messi kini adalah topskorer El Clasico dengan total 21 gol dibuat (14 La Liga, 5 Piala Super Spanyol, 2 Liga Champions). Jika dirata-rata, maka Messi mencetak satu gol di setiap 1,4 pertemuan dengan Madrid.
Messi bukan cuma memuncaki daftar pencetak gol terbanyak karena dia kini juga tercatat sebagai pemain yang paling sering memberi assist, 13.
Zinedine Zidane menyebut bahwa akan jadi kabar buruk untuk Real Madrid jika Lionel Messi bisa turun bermain untuk Barcelona di El Clasico pada akhir pekan.
Messi belum bisa merumput lagi sejak cedera dalam kemenangan Barca atas Las Palmas pada 26 September lalu. Tetapi pekan ini pemain asal Argentina berusia 28 tahun itu sudah kembali berlatih.
“Semua orang ingin Messi ada di lapangan setiap waktu,” kata Zidane kepada Sport Bild dan dikutip ESPN.
“Tetapi dari sudut pandang Real, sudah pasti saya akan bilang tidaklah bagus jika Messi bermain,” imbuh pelatih Real Madrid Castilla itu.
Tanpa kehadiran Messi pun Barca sebenarnya tetap bisa tampil oke, dan kini memuncaki klasemen La Liga di atas Madrid. Namun, Zidane menegaskan kehadiran Messi akan besar dampaknya buat tim mana pun.
“Apa Barcelona membutuhkannya? Maaf, kita sedang membicarakan Messi. Setiap tim di dunia akan gembira jika punya pemain sepertinya,” tuturnya. (bs/cha)

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini