Politik

Djaman-Ta Tuding Panwas Masuk Angin


Terkait Simbol Partai Dikampanye AdnanKio

Terkait Simbol Partai Dikampanye AdnanKio

GOWA, BKM–Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Gowa dinilai masih masuk angin, lantaran terus melakukan pembiaran adanya penggunaan simbol-simbol partai politik dalam sejumlah kegiatan sosialisasi dan kampanye pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati yang maju lewat jalur perseorangan Adnan Purichta Ichsan-Abd Rauf Krg Kio (AdnanKio).
Keprihatinan atas pembiaran tersebut dikemukakan calon wakil bupati nomor urut 2, Anwar Usman, Kamis (26/11).
Untuk itu, paslon Sjahrir Sjafruddin Dg Jarung-Anwar Usman (Djaman-Ta) akan mengambil langkah hukum terkait penggunaan simbol partai, khususnya golkar.
Hal sama disesalkan ketua tim pemenangan untuk paslon Djaman-Ta, Sugianto Pattanagara bahwa pihaknya sangat menyayangkan ketika masih ada paslon menggunakan simbol golkar. “Ini merupakan larangan berdasarkan Peraturan KPU RI No 7 tahun 2015 bahwa paslon yang maju lewat jalur perseorangan dilarang menggunakan atribut partai karena didukung bukan diusung. Dan secara konsitusi pasangan yang sah diusung golkar adalah Djaman-Ta,”ujar Sugianto.
Dijelaskan bahwa dengan adanya simbol golkar yang digunakan AdnanKio selama kampanye, maka pihaknya akan segera menyorongnya ke proses hukum.
Diakuinya, simbol-simbol partai ditemukan dipergunakan pada kampanye AdnanKio. Bahkan kampanye AdnanKio mendatangkan Ketum Partai Golkar, Aburizal Bakrie.
Ketua Panwaslu Gowa, Muh Tasrief yang dikonfirmasi atas adanya simbol simbol partai dalam sejumlah kegiatan sosialisasi dan kampanye AdnanKio mengaku siap untuk meminta klarifikasi kepaslon AdnanKio. Tasrif mengaku pihaknya sangat mengapresasi reaksi dari paslon lain dan akan melakukan klarifikasi. “Saya sementara ada di Kecamatan Bungaya melakukan bintek pengawas dan sekembalinya nanti saya akan melakukan pembicaraan dengan dua rekan Panwas lainnya untuk kemudian kami plenokan. Tentunya kami akan mengkaji dulu laporan yang masuk itu kemudian mengumpulkan bukti-bukti. Saat ini saya belum bisa bicara panjang lebar,”kata Tasrief. Tasrif membenarkan adanya laporan sejumlah simbol-simbol partai pendukung seperti Partai Golkar, PAN, Gerindra, PDIP dan lainnya yang disertakan paslon nomor urut 5 saat kampanye di Bontonompo dan sekitarnya Rabu (25/11).
“Penyertaan simbol-simbol partai pada kampanye paslon perseorangan apalagi hanya sebagai partai pendukung bukan pengusung sangat tidak dibenarkan dan tetap menyalahi aturan,”jelasnya. (sar/rif)

Komentar Anda





Comments
To Top
.