Metro

Danny Bolehkan Pungutan di Sekolah


MAKASSAR, BKM– Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memberikan lampu hijau ke pihak ketiga untuk melakukan pungutan di sekolah.
Saat ini sejumlah kegiatan yang dilakukan pihak ketiga terus tumbuh subur mengatasnamakan kegiatan pendidikan, termasuk kegiatan seminar pendidikan yang memungut biaya Rp250 ribu untuk kepala sekolah dan Rp250 ribu untuk para guru.
Menurut wali kota, jika ada pihak ketiga yang membuat suatu kegiatan seminar dengan memungut biaya administrasi dan tidak melakukan unsur pemaksaan khususnya guru ataupun kepsek, boleh-boleh saja.
Yang terpenting ujar Danny sapaan akrab wali kota, selama kegiatan tersebut tidak memanfaatkan nama instansi terkait, apalagi memanfaatkan SK wali kota untuk melakukan pungutan.
“Saya rasa boleh-boleh saja ada pungutan asalkan tidak ada unsur pemaksaan dan ancaman ke kepala sekolah ataupun guru yang tidak ingin ikut,” katanya.
Danny juga menegaskan, jika ada orang tua siswa yang mengetahui atau mendapatkan informasi pungutan liar di dalam sekolah berupa pungutan buku dan lain sebagainya, maka diharapkan untuk segera melaporkan ke Pemkot Makassar.”Hubungi saya kalau ada pungutan di sekolah dengan cara mengancam dan memaksa. Pasti kita segera tindaki oknum itu,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Disdikbud Kota Makassar, Hasbi menjelaskan, kegiatan seminar inovatif pendidikan yang dibuat pihak ketiga sudah mendapatkan dukungan penuh dari Disdikbud Kota Makassar. Kegiatan seminar tersebut akan berlangsung di gedung Celebes Convention Center (CCC), 2 Desember mendatang, dengan memungut biaya administrasi Rp250 ribu per orang.
“Inikan kegiatan seminar yang tidak mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah, jadi tidak masalah ji kalau kita memungut biaya administrasi sebagai kontribusi. Apalagi, peserta mendapatkan pengetahuan baru, sertifikat, snack. Lagian seminar ini untuk umumji, yang jelas bayar pasti bisaji masuk,” katanya.
Ia menambahkan, panitia seminar pendidikan juga diisi oleh para guru, kepala sekolah dan tenaga dosen. Ini bertujuan untuk memberikan informasi pendidikan dan pengetahuan baru yang diberikan secara langsung dari pakar pendidikan.(arf/war/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.