Metro

Pemprov Tertibkan Aset yang Dikuasai Pihak Ketiga


MAKASSAR, BKM — Perusahaan Daerah (Perusda) Sulsel melakukan penertiban aset yang selama ini dikuasai pihak ketiga, Rabu (6/1).
Dibantu aparat Satpol PP, kepolisian dari Polsek Ujung Pandang dan aparat TNI, ruko yang terletak di Jalan Sungai Saddang itu ditertibkan tanpa ada perlawanan.
Direktur Pemasaran Perusda Sulsel A Fahrun Paturusi menegaskan, ruko yang ditertibkan itu merupakan aset perusda yang sudah dikuasai pihak ketiga sejak 2011 lalu. Konologis sehingga ruko tersebut dikuasai pihak ketiga, kata Fahrun, karena yang bersangkutan mengaku menebus ruko tersebut dari lelang bank, padahal statusnya Hak Guna Bangunan (HGB).
“Itu ruko katanya dilelang dan ditebus di bank sekitar tahun 2011. Sementara ijin HGB nya sudah akan mati tiga bulan kemudian,” ungkap Fahrun.
Seiring waktu, ternyata aset Perusda tersebut sudah ditempati untuk usaha hingga tiga tahun. Padahal, tidak ada sama sekali perjanjian sewa menyewa antara perusda dengan pihak ketiga tersebut.
“Malahan mereka menyimpan uang Rp100 juta ke Perusda dengan alasan sebagai uang dengan alasan untuk uang jaminan sewa,” ungkapnya.
Selama ini pihaknya masih memberi toleransi untuk menggunakan aset pemprov tersebut.
“Tapi karena Perusda sudah butuh menggunakan lokasi tersebut, maka terpaksa kami tertibkan. Sempat ada penolakan sebelumnya dan sudah dilakukan mediasi empat kali namun tidak ada kesepakatan. Terpaksa kami tempuh jalan seperti ini,” ungkapnya.
Yang menjadi kendala, pihak ketiga itu malah meminta biaya ganti rugi sebesar Rp450 juta
dengan alasan ganti bangunan. “Seharusnya kan, karena sudah tahu itu aset milik perusda pemprov, kenapa membangun di sana. Apalagi saat menebus di bank sudah tahu jika HGB nya tinggal tiga bulan,” pungkasnya. (rhm/war/c)

Komentar Anda





Comments
To Top
.