Metro

Kasihan Sama Keluarga, Berharap Uluran Tangan


Sinar, Gadis Cantik yang Menghidupi Sendiri Keluarganya (2-Habis)

TINGGAL di sebuah rumah kontrakan kecil yang keadaannya cukup memprihatinkan tidak membuat gadis ini patah arang.

Laporan: RAHMAN

Selain pekerjaan sehari-hari sebagai buruh pengupas mete. Sinar (16) tahun juga harus mengurus ayah dan kakeknya yang sedang sakit sepulang bekerja di sore harinya.
Gadis berparas cantik ini tidak ingin dihantui sikap bermalas-malasan. Kondisi keluarga yang tidak memungkinkan membuat ia harus membanting tulang untuk menghidupi keluarganya.
Kakak pertama dan keduanya yang merantau ke kalimantan juga tidak bisa berharap banyak lantaran dia sendiri sudah mempunyai keluarga. Apalagi, kakak pertamanya juga hanya bekerja sebagai buruh harian lepas, begitupun dengan kakak keduanya yang ikut menyusul kakak pertamanya ke kalimantan belum mendapat pekerjaan. Untuk kehidupan sehari-hari merekapun masih susah.
“Saya kasihan sama keluarga apalagi bapakku yang buta, saya mau operasi tapi makan kami saja susah,” Kata Sinar sedih.
Dia hanya pasrah dan berdoa, semoga kehidupannya dan keluarga bisa berubah.”Saya hanya bisa pasrah, berdoa dan berusaha,” tuturnya pasrah.
Saat ini, dirinya hanya dibantu oleh kakak iparnya yang masih satu rumah untuk meringankan bebannya dan bantuan dari Pemerintah Kelurahan setempat.
Sinar sendiri berharap suatu saat nanti nasibnya bisa berubah, memiliki kehidupan yang layak, tidak lagi berada di lingkungan jorok dan memiliki penghasilan yang memadai.”Walaupun seperti keadaanku tapi juga mau berubah dengan kehidupan yang lebih baik,” harapnya.
Iapun berharap ada uluran tangan dari dermawan yang ingin membantu operasi bapaknya. Saat ini Sinar bermukim di Jalan RT 008, RW 002, Sultan Abdullah I, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo.
Untuk menghidupi keluarganya, sehari-hari Sinar mengupas jambu mete dengan bayaran yang tidak seberapa. Dengan segala kemampuanya, Sinar berusaha mengupas mente sebanyak-banyaknya.
Dalam benak Sinar, dengan mengupas mente sebanyak-banyaknya maka beban untuk bisa membayar uang kontrakan rumah sebesar Rp50 ribu per bulan, beli air bersih per hari sebanyak 11 jerigen serta kebutuhan makan seperti beras dan lauk pauk.”Saya hanya bisa pasrah membantu keluarga untuk bisa hidup dan berteduh di rumah ini. Saya tetap menanamkan prinsip bahwa seorang anak harus berbakti ke orang tua apapun tantangannya,” ujar gadis berambut sebahu ini sambil menyeka keringat di dahinya.
Sebagai gadis dengan umur seperti itu, keperluan pribadinya pun juga seharusnya terpenuhi seperti teman sebayanya namun itu semua dia abaikan demi keluarganya tercinta.”Mau tonja juga seperti orang lain, bisa beli make up dan lain-lain,” Katanya penuh harap.(man/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.