Metro

PNS Warkop Makin Menjamur


MAKASSAR, BKM — Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota Makassar dan Provinsi Sulsel makin terang-terangan berada di warung kopi (warkop), mal dan pasar saat jam kerja.

Tanpa rasa bersalah dan seakan tak punya beban, mereka asyik menikmati kopi yang disuguhkan pelayan warkop. Mereka tampak asyik tertawa bersama rekannya sesama pegawai, meski di jam tersebut masih ada warga yang membutuhkan pelayanan mereka baik langsung maupun tak langsung.
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Makassar, terkesan tak mampu menertibkan oknum PNS yang memiliki penyakit malas berkantor. Padahal, tugas dan kewenangan menertiban aparatur ada di tangan Satpol PP sesuai payung hukum mereka yang tertuang dalam PP nomor 6/ 2010 tentang satpol PP.
Pantauan BKM, Kamis (7/1), sejumlah PNS dapat dijumpai di Warkop Dg Anas, Warkop Buana, Phoenam, Dg Sija, Mal Panakukang, MTC, pasar Terong dan Butung. Mereka dengan santainya mencari keperluan pribadi, bukan kepentingan instansi di tempatnya bekerja.
Seperti yang di Pasar Toddopuli, PNS yang masih berpakaian dinas lengkap ini berbelanja kebutuhan rumahnya, padahal jam masih menunjukkan pukul 10.00 Wita.
Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal yang dihubungi terkait hal tersebut menegaskan, PNS yang berada di warkop, mal dan pasar pada jam kerja harus ditindaki. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki kewenangan untuk menindak pegawai yang malas bisa lebih aktif dalam menertibkan mereka.”Tidak ada alasan PNS berada di warkop, mal dan pasar pada saat jam kerja. Mereka harus mendapatkan sanksi tegas dari pimpinan SKPD mereka,” jelas Wawali.
Meski begitu, Deng Ical sapaan akrabnya juga mengaku, di tahun ini banyak pegawai yang memang mendapatkan tugas lapangan.”Memang ada beberapa SKPD yang pegawainya lebih banyak bertugas di luar kantor. Hanya saja, kalau mereka lebih banyak berkantor di warkop ataukah di mal itu kesalahan dan pasti diberikan sanksi tegas sesuai aturan kepegawaian,” tandas Ical, kemarin.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Makassar kecewa dan menyayangkan sikap sejumlah PNS yang masih ditemukan berada di warkop, mal dan pasar pada saat jam kerja.”Kita akan memberikan rekomendasi ke wali kota untuk menidak tegas PNS yang ditemukan membolos pada saat jam kerja,” tegas legislator Fraksi PPP, Busranuddin Baso Tika.
Busranuddin menambahkan, seorang PNS merupakan pelayan bagi masyarakat, apalagi gaji mereka bersumber dari uang negara yang notabene juga uang rakyat yang dikumpulkan dari pajak rakyat.”Mereka (PNS) yang membolos telah mengingkari sumpah mereka untuk dapat melayani rakyat. Sementara jika ditemukan ada pegawai honorer juga berada di kantor, sanksinya harus tegas yakni pemutusan hubungan kerja (PHK),” ujar Busranuddin.
Hal senada dikatakan Ketua Komisi A, Abdul Wahab Tahir. Menurutnya, tindakan PNS yang keluyuran di saat jam kerja merupakan tindakan yang tidak terpuji. Sebab banyak tugas yang harus mereka selesaikan daripada hanya menghabiskan waktu di warkop, mal dan pasar.
“Dulunya mereka giat ingin menjadi PNS dan sekarang sudah menjadi PNS malah ingin malas-malas. Kita patut sayangkan dan pemerintah harus menindaki hal tersebut,” tuturnya.
Anggota Komisi A lainnya, Abdi Asmara, bahkan akan turun melakukan penyelidikan, untuk mencari tahu oknum PNS apa saja yang seringkali mangkal di warkop.“Kami harus selidiki dulu, memang sudah banyak laporan dari masyarakat,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Iqbal Suhaeb juga menegaskan, tidak dibenarkan seorang PNS berada di warkop pada jam kerja. Mereka dibenarkan berada di luar kantor jika mendapat surat tugas dinas luar.
Karena itu, dalam waktu dekat, Satpol PP akan menggelar razia PNS.
“Terkait tempat dan waktunya, tentu kami tidak boleh membocorkan. Yang jelas kalau wartawan mau ikut razia, nanti saya ajak,” ungkapnya, kemarin.
Jika dalam razia nantinya ditemukan PNS yang berkeliaran tanpa alasan jelas saat jam kerja, Satpol PP akan menegur langsung dan melakukan pendataan kemudian dilaporkan kepada SKPD masing-masing.
Iqbal mengatakan, ke depan akan intens melakukan razia PNS nakal. (arf-rhm-ita/b)

Komentar Anda





Comments
To Top
.