Connect with us

Sulselbar

Hamzah Merasa Nyaman dengan Ibrahim

-

MAMUJU, BKM — Politisi senior Partai Golkar, Hamzah Hapati Hasan, segera bersikap menghadapi pemilihan gubernur Sulbar tahun 2017 mendatang. Dalam beberapa bulan ke depan, politisi yang akrab disapa H4 ini akan menyatakan sikapnya apakah akan maju bertarung di pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Sulbar atau tidak dan mendukung salah satu figur di Pemilukada nanti.
Terkait keinginan politisi senior Golkar lainnya, yaitu Ibrahim Masdar untuk bersama-sama di Pemilukada, Hamzah memberikan respon dan apresiasi. Secara khusus, Hamzah merasa nyaman bersama Ibrahim karena keduanya sudah saling mengenal cukup lama, sehingga tahu sifat dan karakter masing-masing.
”Saya dan Ibrahim sudah saling kenal sejak lama. Kami sama-sama kader muda Golkar yang berhasil menjadi anggota DPRD Sulsel pada tahun 1990-an. Kami sama-sama digembleng Partai Golkar, sehingga karakter dan kemampuan organisasi kami terbentuk dengan baik. Di DPRD Sulbar juga kami pernah sama-sama. Jadi kelebihan dan kekurangan masing-masing, kami sudah tahu. Secara khusus, memang saya merasa nyaman dengan beliau. Jadi, kita lihat saja perkembangan ke depan,” ungkap Sekretaris Partai Golkar Sulbar ini.
Wakil Ketua DPRD Sulbar ini menambahkan, kemungkinan ia akan menyatakan sikap menghadapi Pemilukada seusai Musda Partai Golkar Sulbar yang direncanakan berlangsung pada Maret mendatang. Menurutnya, sebagai kader Golkar yang baik, maka ia harus menunggu respon dan keputusan partai terkait Pemilukada.
Karena di Golkar ada proses penjaringan figur-figur yang dianggap potensial dan dilanjutkan dengan mensurvei figur-figur tersebut. Hasil survei inilah yang akan menjadi rujukan Partai Golkar untuk menentukan figur yang akan diusung di Pemilukada Sulbar. ”Saya tunggu dulu keputusan partai. Karena ada penjaringan dan ada survei. Kalau sudah ada hasil survei, barulah kita menyatakan sikap. Saya dan Ibrahim kan sama-sama kader Golkar, jadi tentu saja kami berdua akan menghormati sikap partai terhadap Pemilukada. Kalau ternyata partai menginginkan kami berdua untuk berpasangan di Pemilukada, maka tentu saja harus siap. Saya menjadi 01 atau 02 tak masalah, sepanjang itu adalah keputusan partai, maka saya akan jalankan. Saya harus loyal pada partai karena tidak bisa dipungkiri. Saya tidak bisa menjadi seperti ini kalau bukan Partai Golkar,” jelas Hamzah.
Mantan Ketua DPRD Sulbar dua periode ini menambahkan, jika nantinya keputusan akhir partai hanya Ibrahim yang diusung di Pemilukada dan dirinya tidak diakomodir, maka Hamzah akan tetap mendukung Ibrahim sebagai sesama kader Golkar. Sedangkan jika ternyata mereka berdua tidak diusung Golkar, maka menurut Hamzah, hal itu kembali ke pribadi masing-masing. ”Jika ternyata kami berdua tidak diusung Golkar, maka itu kembali ke pribadi masing-masing apakah masih tetap ingin bertarung atau tidak. Kita lihat saja plus minusnya. Kalau hasil analisa saya dan teman-teman menyatakan saya lebih baik di DPRD, maka itulah keputusan terbaik. Tapi, jika analisasinya lebih baik jika saya di eksekutif, maka keputusan itu harus saya laksanakan. Tunggu saja nanti apa yang akan terjadi setelah Musda,” jelas Hamzah. (ala/mir/c)

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini