Connect with us

Sulselbar

MUI Minta Masyarakat Waspadai Gafatar

-

MAMUJU, BKM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mamuju ikut mengimbau masyarakat agar mewaspadai masuknya Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di daerah ini. Sebab, terindikasi organisasi ini pecahan Al Qiyadah Al Islamiah, aliran sesat yang dahulu dipimpin Ahmad Musadeq yang mengaku nabi palsu.
”Gafatar memang sudah masuk ke daerah kita dan melakukan kegiatan-kegiatan. Memang kegiatan selama ini kegiatan sosial seperti donor darah, sosialisasi Pancasila hingga sosialisasi bahaya Narkoba. Tapi, setelah diselidik, ajaran mereka menyimpang. Mereka tidak mewajibkan puasa, salat, zakat, dan naik Haji. Dan mereka meyakini bahwa Ahmad Mozadeq adalah nabi,” kata Ketua MUI Kabupaten Mamuju, Namru Asdar, Senin (18/1).
Olehnya itu, Namru mengikuti keputusan MUI pusat yang menyatakan bahwa Gafatar adalah organisasi yang beraliran sesat. Apalagi, belakangan marak adanya laporan orang hilang secara misterius dan diduga kuat bergabung dengan Gafatar, termasuk di Mamuju. ”Yang pasti, kita sama dengan sikap MUI pusat dan MUI di daerah lain bahwa Gafatar termasuk aliran sesat. Olehnya itu, hal inilah yang perlu kita waspadai agar kita tidak terpengaruh,” sebutnya.
Dirinya juga berpesan, agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan ajaran-ajaran yang menyimpang. Bagi masyarakat yang sudah bergabung sebagai anggota Gafatar, Namru berharap agar kembali ke ajaran yang sesuai dengan Al Quran dan hadist. ”Mari jaga anak-anak kita. Jangan sampai mereka bisa direkrut dan bergabung dengan organisasi Gafatar itu. Kepada pemerintah, kita berharap tidak sembarang memberikan izin kepada ormas-ormas. Harus diteliti dulu dan minta pendapat dari MUI,” kuncinya. (ala/mir/c)

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini