Connect with us

Metro

Unhas Target Masuk 500 PT Internasional

-

MAKASSAR, BKM — Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil menyandang status Perguruan Tinggi Nasional Berbadan Hukum (PTN-BH) pada Juli 2015 lalu.
Banyak keuntungan yang diperoleh Unhas sebagai perguruan tinggi yang sudah menyandang status PTN-BH.
Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu menjelaskan, sebagai PTN berbadan hukum, Unhas mampu menjalankan aktifitas akademik maupun non akademik secara otonomi.
Jika sebelumnya, kebijakan yang akan direalisasikan harus berproses cukup lama di kementerian, sekarang tidak lagi.
Dia memberi contoh, jika sebelumnya, ingin membuka fakultas baru harus menunggu ijin dari pusat yang prosesnya lama sekali, namun sekarang segera bisa putuskan.
“Ada banyak kebijakan yang harus direalisasikan. Namun karena ijin dari kementerian lama turun, buka prodi baru, buka fakultas baru, pengangkatan guru besar lama sekali. Namun, setelah berbadan hukum, ada keleluasaan untuk mengelola kampus. Ada percepatan kelola secara akademik dan manajerial,” ungkap Dwia saat menggelar Jumpa Pers di Gedung Rektorat Unhas Lantai 8, Selasa (19/1).
Namun, kata Dwia, kendati sudah berstatus PTN-BH, sebagai badan layanan umum (BLU), Unhas tetap terikat pada perencanaan dan mendapat supporting anggaran dari pemerintah pusat melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
Saat ini, Unhas sementara melakukan transformasi menuju PTN-BH.
Unhas berbenah diri untuk meningkatkan kualitas dalam melaksanakan akademik, riset, layanan manajemen yang lebih baik. Dan sebagai persyaratan PTN yang berstatus PTN berbadan hukum, Unhas harus masuk dalam 500 universitas dunia yang berstandar internasional.
Targetnya, dalam tenggat waktu 2016 hingga 2020, Unhas sudah masuk dalam jajaran universitas yang terakreditasi secara internasional.
“Sekarang ada 140 PTN di tanah air. Namun, hanya UGM yang masuk akreditasi internasional. Unhas juga harus masuk,” jelasya.
Khusus untuk program studi (prodi), saat ini sudah 50 persen yang terakreditasi A. Malah, tiga prodi sudah berstatus terakreditasi internasional. Diantaranya prodi Teknik Sipil, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan Kedokteran. Tahun ini, Unhas kembali mendorong dua prodi untuk mencapai akreditasi internasional yakni Ekonomi dan Farmasi.
Tidak tanggung-tanggung, Unhas rela merogoh kocek hingga miliaran rupiah untuk meningkatkan kualitas. (rhm/war/c)

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini