Connect with us

Headline

Bos Penipuan Emas Palsu Dikejar di Jakarta

-

SIDRAP, BKM — Aparat Kepolisiaan Resort Sidrap terus mendalami sindikat penipuan perhiasan emas palsu yang diungkap, Senin malam (18/1) lalu. Saat ini, Satuan Intelkam dan Reskrim Polres Sidrap tengah koordinasi dengan Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya untuk mengejar bos keempat tersangka perempuan ibu rumah tangga yang berasal dari Kabupaten Lampung, Provinsi Lampung itu.
Kapolres Sidrap AKBP Anggi Naulifar Siregar, melalui Kasat Intelkam AKP Fantry Taherong, mengatakan pihaknya fokus pengungkapan sindikat dengan mengejar bos besar penipuan emas imitasi yang diduga berada di Jakarta.
“Ini kasus besar yang diindikasikan terjadi di beberapa provinsi di Indonesia. Makanya, kita fokus untuk mengungkapnya,” kata AKP Fantry di ruang kerjanya, Rabu (20/1).
Menurut Fantry, hasil penyidikan sementara keempat tersangka yang diamankan, masing-masing Neneng Astriani (29), Tarsiah (49), Rusmiyanti (52), Erni Yusmiati (26) serta satu orang laki-laki asal Jeneponto bernama Andrian (36), masih bungkam soal identitas siapa yang membiayai sindikat ini yang terus berpindah-pindah tempat antara provinsi satu dengan lainnya.
“Keterangan keempat tersangka ini masih minim soal identitas bosnya, karena tidak menyebutkan siapa dan dimana tinggal di Jakarta,” katanya.
Para pelaku yang merupakan ibu rumah tangga berstatus janda ini cukup terorganisir dalam menjalankan aksi kejahatannya. Indikasinya terlihat dari barang bukti yang didapat polisi, seperti nota pembelian emas itu berasal dari berbagai provinsi, seperti Banda Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Maluku, Tangerang, Sumatera dan Sulsel.
“Nota-nota palsu itu kemudian dimanfaatkan para tersangka. Katanya dia dapatkan dari bosnya di Jakarta, namun diakui tidak dikenalnya. Di sini sistemnya, memutus mata rantai komplotannya. Jika ada salah satunya yang tertangkap, mereka tidak menyebut sampai keatasnya,” jelas Fantry.
Dilihat dari cara kerja para pelaku, polisi meyakini masih ada sindikat lainnya beroperasi di Indonesia. Sebab empat wanita asal Lampung ini ditugasi beroperasi di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
“Mereka berlima, termasuk sopir berencana akan bergeser ke Kendari setelah dari Sidrap. Mobil rental yang digunakan pelaku itu disewa bersama sopir selama masa beroperasinya di beberapa daerah di dua provinsi. Pemilik mobil rental bernama Andrian itu yang tahu jalan dan kabupaten yang akan dituju oleh para pelaku,” beber AKP Fantry lagi.
Soal ratusan gram perhiasan emas palsu yang disita sebagai barang bukti, juga diselidiki dimana diambil dan diproduksi. Karena sekilas perhiasan berbagai bentuk seperti kalung, anting, cincin dan, liontin itu mirip aslinya.
“Perhiasan semprotan itu hanya dilapisi emas 24 karat pada bagian luarnya. Misalnya, dalam berat perhiasan 100 gramnya itu, hanya 10 gram emas asli terlapisi diluar. Sisanya perhiasan ‘cello’ atau imitasi,” jelas Kasat Intelkam.
Untuk sementara, kata Fantry, pihaknya berkoordinasi dengan beberapa polres tetangga yang pernah didatangi para tersangka menjalankan aksinya.
”Tadi (kemarin) saya koordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Parepare soal adanya nota-nota pembelian dari beberapa toko di kota Parepare. Yang kita telusuri indikasi keterlibatan sejumlah pemilik toko emas yang didapat dari barang bukti nota,” terangnya. (ady/rus/b)

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini