Connect with us

Sulselbar

Gubernur Minta Jalan dan Jembatan Segera Dituntaskan

-

MAMUJU, BKM — Lambannya pengerjaan proyek jalan dan jembatan di Provinsi Sulbar, khususnya pembangunan jalan arteri di Mamuju, mendorong Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh melakukan pertemuan bersama para Satker Balai Jalan dan Jembatan Wilayah Sulbar, Selasa (19/1). Dalam pertemuan ini dibicarakan mengenai masalah proyek pembangunan jalan arteri road Mamuju.
Pada kesempatan tersebut Anwar mengatakan, secara reguler proyek dan jalan jembatan ini diperkirakan selesai dalam sembilan tahun atau pada tahun 2022. Karena proyek ini sendiri mulai dikerjakan pada tahun 2013. Kepada Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VI Makassar, gubernur meminta agar pembangunan jalan yang dimasukkan pada program nasional ini dapat diupayakan selesai hanya dalam lima tahun. Sehingga prosesnya akan mampu memberikan aktivitas dalam mendukung perekonomian masyarakat Sulbar.
”Kami telah menyampaikan hal ini kepada bapak Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Beliau menekankan agar seluruh proyek berskala nasional dapat dimasukkan dalam program percepatan. Jadi kami juga mengharapkan kepada pihak BBPJN VI Makassar agar bisa dilakukan percepatan pelaksanaan perampungan jalan arteri. Untuk itu, pihak BPPJN bisa melibatkan lebih dari satu kontraktor untuk melaksanakan proyek multiyears ini. Saya juga mengharapkan agar seluruh kegiatan dalam pekerjaan yang ditangani pihak balai melalui APBN 2016, dapat ditangani dengan cepat,” ujarnya.
Gubernur dua periode ini mengutarakan, pada proyek jalan arteri yang melintasi pinggir laut di Mamuju, juga ada pekerjaan pembangunan jembatan. Untuk itu, ia mengharapkan agar pekerjaan proyek di sepanjang jalan dan jembatan itu diperindah. Sehingga dapat memberikan kesan menarik, khususnya bagi para pendatang yang melintasinya.
”Jika proyek jalan ini telah rampung, maka akan dipasangkan lampu hias dan ditambah ornamen seindah mungkin. Sehingga bisa menjadi area rekreasi, baik para muda mudi maupun para pendatang dari luar Mamuju,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BBPJN VI Makassar, Dede Syamsuddin, menyampaikan, dalam pembangunan jalan arteri road Mamuju, ada hambatan yang terjadi. Yakni belum dibebaskannya lahan maupun rumah warga di sekitar lokasi proyek. Sehingga pelaksanaan pekerjaan untuk perampungan item pada proyek jalan arteri Mamuju ini, juga ikut terhambat.
”Saya mengharapkan kepada Pemprov Sulbar agar ke depannya dapat dilakukan percepatan pembangunan jalan arteri Mamuju ini dapat dituntaskan lebih cepat. Karena pekerjaan akan lancar jika masalah di lapangan khususnya mengenai pembebasan lahan masyarakat juga dipercepat. Dalam penanganan proyek di daerah pantai ini, kami mendapat sokongan dana sekitar Rp1,512 triliun. Termasuk dua jembatan. Kami secepatnya akan selesaikan sesuai permintaan gubernur,” tandasnya. (ala/mir/c)

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini