Connect with us

Headline

Jadi Alternatif Rekreasi Warga dari Luar Makassar

-

WAHANA kolam es untuk bermain ice skating telah menjadi salah satu alternatif untuk berekreasi. Bukan hanya masyarakat Makassar, tapi juga dari kabupaten dan kota lain di Sulsel.

Laporan: Muh Yusuf

LUASAN kolam es yang ada di Mal Panakkukang memang berbeda dengan yang ada di Mal Taman Anggrek Jakarta ataupun di Garden Ice Bandung. Namun sensasi permainannya hampir sama.
Hampir setiap hari pengunjung selalu ramai di tempat ini. Apalagi jika musim liburan tiba.
Mulai pukul 11. 00 Wita, kolam es di MP sudah mulai dipadati para pengunjung. Mereka bahkan harus rela antre untuk mendapatkan sepatu skating. Sebagian besar pengunjung adalah anak-anak yang datang bersama orang tuanya.
Pak Dirman, salah satu pengunjung dari Kabupaten Bulukumba, mengaku ia datang bersama keluarganya ke MP sekadar ingin mencoba bermain ice skating. Diapun datang di hari-hari biasa, bukan hari libur.
“Kalau hari libur katanya tarifnya agak mahal. Kebetulan ini juga bertepatan ada acara keluarga di Makassar. Jadi saya bawa anak-anak dan sepupunya bermain di sini,” kata Dirman.
Diakuinya, wahana permainan ice skating masih langka. Karena hanya ada satu di Makassar.
“Anak-anak biasanya hanya melihat di film atau permainan game. Sekarang mereka bisa langsung menikmatinya. Ternyata tempat ice skating yang aslinya sangat mengasikkan,” ujarnya.
Hal serupa dikatakan Ibu Noni. Ia sengaja membawa anaknya ke mal untuk bermain ice skating. Menurutnya, wahana ini merupakan tempat rekreasi yang murah dan menyenangkan. Apalagi berlokasi di dalam mal, sekaligus bisa berbelanja.
”Ya…boleh jadi tempat rekreasi yang cukup menarik di dalam kota,” katanya.
Hanya saja, dia menilai areal ice skating ini agak sempit. Apalagi jika dibandingkan dengan jumlah peminatnya yang cukup banyak.
”Kasihan anak kecil yang bermain harus bercampur dengan anak remaja. Bagusnya, arenanya diperluas dan dipisahkan. Jadi ada tempat khusus anak kecil. Dan satu lagi, skaternya mesti dilengkapi dengan pengaman kepala untuk menghindari jika terjadi benturan,” sarannya.
Dewi, salah seorang pengunjung yang masih berstatus pelajar, mengaku datang bermain ice skating bersama teman-temannya. Ia memilih permainan ini karena mengasikkan.
”Biasanya kami datang setelah pulang sekolah. Kalau dengan keluarga, ya pada hari libur. Rencananya kami juga mau uat komunitas. Biar lebih heboh bermainnya,” cetusnya.
Hanya saja, kata dia, tempat bermain ice skating hanya satu di Makassar. Padahal cukup banyak yang berminat untuk membentuk komunitas.
Raymon, karyawan tempat bermain ice skating mewanti-wanti para skater untuk berhati-hati saat bermain. ”Risiko bermain itu pasti ada. Karenanya kita selalu mengingatkan kepada pengunjung agar sebelum bermain, terlebih dahulu belajar berjalan dan menjaga keseimbangan. Jangan terburu buru. Biasanya pemain jatuh karena langsung main. Yah… kalau sudah biasa tidak jadi masalah. Tapi bermain ice skating juga ada tata caranya,” jelas Raymond.
Menurut Raymon, risiko bermain ice skating paling terjatuh. Meski begitu, tetap bisa menyebabkan cidera. Seperti terluka pada pelipis.
Mengantisipasi kemungkinan itu, pengelola menyediakan pertolongan pertama dengan menyiapkan kotak P3K. ”Selama ini sih jarang yang terluka,. Kalaupun ada, itu karena mereka tidak berhati-hati,” kuncinya. (*/rus/b)

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini