Connect with us

Gojentakmapan

Mantan Direktur RSUD LDP Jeneponto Ditahan

-

JENEPONTO, BKM — Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sulselbar resemi melakukan penahanan terhadap mantan Direktur Rumah Sakit Daerah Lanto Daeng Pasewang (RSUD-LDP) Jeneponto, Saharuddin Situju dalam kasus dugaan korupsi dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan senilai Rp2,9 miliar.
Saharuddin sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan mulai ditahan di Mapolda Sulselbar, Selasa (19/1). Penahanan Saharuddin disampikan Direskrimum Polda Sulselbar, Kombes Pol, Heri Dana saat dikonfirmasi, Rabu (20/1).
“Yang bersangkutan sudah kita tahan sejak Selasa 19 Januari 2015,” singkat Heri lewat WhatsApp .
Hanya saja, Heri belum mau menjelaskan terlalu jauh terkait hasil pemeriksaan pihaknya terhadap tersangka. Heri mengatakan, jika kasus ini masih dalam proses penyidikan.
“Itu dulu infonya. Karena ini masih dalam proses,” singkatnya.
Sekertaris Tim Tidak lanjut (TTL) yang juga Kabag Hukum Setda Jeneponto, Maskur saat dihubungi mengatakan, sebelumnya pihaknya telah memfasilitasi persoalan ini dengan melakukan penyitaan aset milik tersangka. Hanya saja, dokumen aset berupa tanah dan rumah yang diajukan tidak sesuai dengan nama tersangka.
“Mau bagaiaman lagi, kami sudah angkat tangan, lebih baik diserahkan ke proses hukum di Polda Sulselbar,” jelas Maskur beberapa waktu lalu.
Kabar penahanan Saharuddin juga telah diketahui pihak keluarga. Haeruddin, salah seorang keluarga yang ditemui di kediaman tersangka di Kampung Karelayu, Kecamatan Tamalatea mengaku telah mendengar kabar tersebut.
“Saya dengar infonya begitu, tapi saya belum saksikan langsung karena saya baru mau ke Makassar mau besuk beliau,” ungkap Haeruddin.
Dalam kasus ini diketahui, tersangka diduga telah menggunakan dana BPJS sebesar Rp4.750.500.000 dengan alasan pinjaman. Tersangka kemudian hanya mampu mengembalikan dana tersebut sebesar Rp1.150.000.000, yang dibayarkan secara bertahap. Yang pertama dibayar Rp650 juta dan pembayaran kedua sebesar Rp500 juta.
Dari dana klaim BPJS yang dikelola RSUD LDP sebesar Rp16,526 miliar, dikurangi dengan dana klaim BPJS yang telah dikelola sebesar Rp13,067 miliar.
Terjadi selisih sebesar Rp3,513 miliar yang tidak gunakan sesuai peruntukannya.
Dana klaim BPJS itu juga telah dicairkan langsung oleh tersangka sorang diri, yang saat itu masih menjabat sebagai direktur RSUD LDP Jeneponto. Dana BPJS yang telah dicairkan oleh tersangka diduga digunakan bukan untuk peruntukan BPJS. Sehingga RSUD LDP harus menanggung beban pembayaran klaim BPJS sebesar Rp1.930.814.538.
Akibat perbuatan tersangka, negara telah dirugikan sebesar Rp2,9 miliar. Yang mana dana BPJS tersebut digunakan tersangka untuk kepentingan pribadinya.
Dalam kasus ini tersangka terancam dijerat dengan pasal 2 ayat (1) subs pasal 3 undang-undang tindak pidana korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara. (krk-ril/b)

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini