Connect with us

Sulselbar

Pemuda dan Mahasiswa Harus Kawal Kasus Korupsi

-

MAMUJU, BKM — Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Anti Korupsi (LAK) Sulawesi Barat, Muslim Fatillah Azis mengajak kaum muda, khususnya bagi organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan untuk mengawal kasus-kasus korupsi yang terjadi di daerah ini. ”Sekarang ini APBD 2016 akan digunakan untuk membangun daerah ini hingga triliunan rupiah. Olehnya itu, saya mengajak kalangan pemuda dan mahasiswa untuk mengawal anggaran ini. Jangan sampai hanya dikorupsi para pejabat,” kata Muslim saat ditemui di Warkop Malebu, Selasa (19/1).
Menurut Muslim, jika alokasi anggaran 2016 yang telah dibagi ke seluruh SKPD baik lingkup Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten tidak dikawal dengan baik, maka dapat dipastikan ‘dimainkan’ oleh para pejabat yang bermental korup di daerah ini.
Yakinlah, kata Muslim, kalau tidak ada kalangan muda yang mengawal ini, pejabat-pejabat yang memang bermental korup akan memainkan anggaran yang sesungguhnya diperuntukkan kepada masyarakat. ”Jika anak muda apatis terhadap kondisi seperti ini, tentu akan membuat para pejabat yang bermental korup leluasa ‘memakan’ uang rakyat. Harga mati, anak muda harus kawal. Bagi saya, kasus korupsi yang memang sifatnya high class yang melibatkan kepala dinas, anggota dewan, dan pejabat-pejabat tinggi lainnya,” tegas kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini.
Kata MUslim, hal ini perlu terus dikawal mengingat banyak kasus ditahun-tahun sebelumnya cenderng tidak dituntaskan penegak hukum. ”Kalau kita mencontoh pada kasus lama, banyak yang tidak diselesaikan. Seperti pengadaan mobiler Rujab gubernur Sulbar yang telah di SP3 kan. Bagi kita penggiat anti korupsi melihat ada kejanggalan. Mengapa harus ada pemberhentian kasus, sementara ada tersangka dalam kasus tersebut. Ini kan agak sedikit terjadi kemisteriusan. Makanya, tahun ini kawal semua anggaran jangan sampai dikorupsi,” jelas Muslim. (ala/mir/c)

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini