Connect with us

Sulselbar

Teliti Beras Sulsel, Haris Raih Doktor

-

MAKASSAR, BKM — Sukses meneliti beras di Sulsel, Wakil Dekan III Fakultas Pertanian UMI Ir Abdul Haris, MP meraih gelar doktor Bidang Pertanian. Haris berhasil mempertahankan disertasinya rekayasa padi lokal ase lapang menghasilkan mutan melalui irradiasi sinar gamma di hadapan penguji yang dipimpin Asdir 1 PPs Unhas Prof Dr dr Suryani di Gedung PPs Unhas, Rabu (20/1). Dalam disertasinya Haris menjelaskan Sulsel merupakan salah satu daerah penghasil utama beras di Indonesia dengan berbagai jenis varietas yang dikembangkan. Diantara berbagai varietas terdapat salah satu diantaranya yang disenangi oleh konsume karena rasa nasi yang enak yaitu beras ase lapang dari Kabupaten Pangkep. Padi ase lapang dulu merupalan salah satu varietas padi lokal Sulsel yang banyak dimiliki karena aroma yg harum dan rasa nasi yang pulen. Saat ini tidak lagi banyak dijumpai masyarakat dan hanya pada daerah tertentu.
”Sekaramg sangat susah didapatkan petani yang menanam padi lokal ase lapang. Petani lebih memahami menanam padi berbagai varietas introduksi baru yang berumur leboh pendek dan potensi produksinya yang lebih tinggi,” jelas Haris didepan para penguji.
Permasalahan yang dijumpai pada budidaya padi lokal antara lain umur panen relatif lama dan dapat mencapau 160 hari sehingga membutuhkan waktu yang agak panjang dalam hal masa menunggu serta dapat memperbesar resiko terjadinya serangan hama yang penyakit. Punahnya beberapa kulivar padi lokal karena tersingkir oleh padi varietas introduksi. Pada umumnya petani lebih suka membudidayakan padi yang berumur pendek.
Haris menambahkan bahwa tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh irradiasi sina gamma bisa menghasilkan mutan padi lokal ase lapang, mengkaji pengaruhbdosis irradiasi sinar gamma yang berpotensi untuk mendapatkan mutan pasi lokal ase lapang. Mempelajari karakter morfoloho dan agronomi mutan hasil irradiasi sinar gamma untuk mendapatkan generasi mutan padi lokal ase lapang yang berpotensi berumur genjah dan berhabitus pendek.
Setiap periode tanam dilakukan dengan metode percobaan dalam bentuk rancangan acak kelompok yang terdiri atas 3 faktor dengan 8 ulangan secara keseluruhan terdapat 24 petak percobaan dan. Pengaruh perlakuan dilanjutkan dengam uji beda nyata terkecil pada taraf kepercayaan alfa 0.05. (ila)

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini