Connect with us

Metro

Tender Pengadaan Naskah UN Diulang

Pelaksanaan UN Berbasis Cetak dan Online

-

MAKASSAR, BKM — Pelaksanaan tender untuk pengadaan naskah Ujian Nasional (UN) 2015/2016 sudah berproses. Lelang untuk menentukan pemenang sudah diketahui.

Namun sayang, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menilai panitia lelang bermasalah dan melakukan pelanggaran prosedur. Akibatnya, tender diinstruksikan untuk diulang.
Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Salam Soba membenarkan hal itu.
Menurutnya, lelang untuk wilayah Sulawesi kembali dilakukan pada 14-28 Januari lalu.”Proses lelang semuanya dilakukan di pusat,” ungkap Salam, Selasa (19/1).
Salam juga menyayangkan sikap dari kementerian yang terkesan ingin memenangkan perusahaan dari luar Sulawesi.
Dia mengkhawatirkan jika pemenangnya berasal dari luar Sulawesi, distribusi naskah UN nantinya bisa bersoal alias terhambat.
Dia mengaku pihaknya sudah memprotes keputusan kementerian tersebut, namun tender tetap diulang.
Belajar dari pengalaman pelaksanaan UN tahun 2013 lalu dimana naskah dicetak di Surabaya. Panitia UN kesulitan ketika ada kekurangan soal terjadi.
“Itu memerlukan waktu lagi, harus berhubungan keluar lagi,” ujar Salam.
Pengulangan proses tender membuat struktur kepanitiaan juga berubah.”Panitianya juga berubah karena sebelumnya panitia lokal itu jumlahnya tiga sekarang menjadi dua, sedangkan panitia dari kementerian justru bertambah,” ungkap Salam.
Menurut jadwal yang telah ditentukan, UN tingkat SMA akan digelar 4-6 April, SMK pada 4-7 April. Jumlah peserta UN tingkat SMA sederajat sekitar 150 ribu siswa.
Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Sidik Salam. Dia mengaku kurang mengerti kenapa kementerian mengulang proses tender pengadaan naskah UN.
“Saya juga tidak paham, kenapa sampai proses tendernya harus diulang,” paparnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang mengatakan, pihaknya belum mengetahui jika tender pengadaan naskah UN diulang. Dia mengaku tak ingin terlalu mencampuri urusan teknis seperti itu.
Cuma Agus menekankan jangan sampai tender ulang itu bisa mengganggu jadwal pelaksanaan UN.
Selain itu, dia menekankan kepada panitia UN untuk mempersiapkan seluruh yang dibutuhkan pada pelaksanaan UN agar bisa berjalan lancar. Jangan sampai seperti yang terjadi beberapa tahun lalu.
Naskah dicetak di Bogor, kemudian ada keterlambatan. “Itu sangat mengganggu. Saya ingatkan aturannya harus jelas seperti apa tender dan pengawasannya,” ungkap Agus.
Terpisah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Makassar mengaku siap melaksanakan ujian nasional pada Mei hingga April mendatang.
Hasbi, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Makassar mengatakan, pelaksanaan UN tingkat SMP akan dilaksanakan selama empat hari yang dimulai pada 9 Mei mendatang. Pelaksanaan UN nantinya akan berbasis cetak dan komputer yang dimana soal ujian irisan dari Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.
“Pelaksanaan UN untuk tingkat SMP yang akan dilaksanakan selama empat hari itu berbasis manual (cetak) dan CBT (komputer). Dan setiap hari hanya satu mata pelajaran yang diberikan ke peserta UN, baik itu yang melakukan UN dengan manual, ataupun yang CBT. Begitu juga pelaksanaan UN tingkat SMA sama ji dengan yang SMP ada yang manual ada juga yang CBT,” katanya.
Sementara untuk tingkat SMA dan SMK, Hasbi menerangkan prosesnya sama dengan pelaksanaan UN tingkat SMP yakni bersis cetak dan komputer. Namun, untuk pelaksanaan UN ditingkat SMA lebih awal dibandingkan pelaksanaan UN tingkat SMP.(rhm-arf/war/b)

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini