Connect with us

Politik

Yugo Bidik 02 di Takalar

-

MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Golkar, Yusuf Gunco menyatakan siap bertarung di Pemilukada Takalar 2017 mendatang. Namun, mantan anggota DPRD Kota Makassar ini hanya membidik kursi 02 atau calon wakil bupati.
“Saya cukup realistis. Hingga saat ini calon bupati yang popularitas dan elektabilitasnya masih paling tinggi adalah incumbent (Burhanuddin Baharuddin, red). Untuk maju sebagai 01 itu cukup sulit,” ujar Yugo, sapaan Yusuf Gunco kepada BKM di Makassar, Rabu (20/1) siang.
Yugo mengaku serius bertarung di Takalar. Bahkan, pada 2015 lalu ia telah melakukan sosialisasi di beberapa kecamatan di Takalar. Sosialisasi dilakukan dengan menyebar baliho dan melakukan pertemuan bersama masyarakat. “Alhamdulillah penerimaan masyarakat Takalar kepada saya sangat baik. Apalagi saya kan asli orang Takalar. Takalar itu kampung saya dan saya besar di Takalar,” jelas politisi berlatar belakang pengacara ini.
Makanya, lanjut, Yugo, sebagai orang yang lahir dan besar di Takalar, ia ingin mengabdikan dirinya di Takalar.
Ditanya dengan siapa ia akan berpasangan, Yugo mengaku bukan ia akan menentukan. Yang menentukan adalah calon bupati yang bakal maju di pemilukada nanti. “Kita ini kan 02, tinggal tunggu dilamar saja. Tapi, saat ini kami telah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah pihak,” terangnya.
Soal kemungkinan ia berpasangan dengan Burhanuddin Baharuddin jika Burhanuddin akan kembali bertarung, Yugo mengaku kurang etis untuk menjawab itu. Menurutnya, biarlah Burhanuddin menentukan siapa calon wakil bupatinya. Apalagi, saat ini beberapa tokoh sudah mulai intens menjalin komunikasi dengan Burhanuddin.
“Tapi dengan kondisi Takalar saat ini, paling cocok calon bupatinya adalah dari kalangan politisi yang paham soal hukum. Pasalnya, saat ini banyak kepala dinas atau pejabat lainnya di beberapa daerah yang terseret kasus hukum. Ini karena mereka tidak paham soal hukum. Jika wakil bupati orang paham hukum, maka ia bisa melakukan tindakan pencegahan sebelum itu masuk ke ranah hukum,” jelas Yugo.
Tapi, lanjut Yugo, bukan berarti apa yang ia sampaikan mengarah ke dirinya. “Terserah siapa saja, yang jelas harus betul-betul orang yang paham hukum dan praktik-praktik hukum,” timpal Yugo. (*)

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini