Connect with us

Headline

Aming Gozal Divonis Sembilan Tahun Penjara

-

MAKASSAR, BKM — Direktur PT Griya Maricaya Gemilang Aming Gozal, divonis hukuman penjara selama sembilan tahun, denda Rp 100 juta, subsider tiga bulan kurungan dalam kasus kredit fiktif di Bank BNI Cabang Parepare.
“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata hakim Ibrahim Palino di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar, Kamis (21/1).
Aming juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp34,6 miliar, atau diganti dengan pidana kurungan selama tiga tahun. Aming terbukti melanggar pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Vonis yang dijatuhkan hakim lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum selama 13 tahun penjara. Menurut Ibrahim, Aming telah bekerja sama dengan pejabat Bank BNI Parepare untuk memuluskan permohonan kreditnya meski menggunakan data fiktif.
Kredit yang diajukan Aming sebesar Rp30 miliar untuk membiayai pembangunan pusat perbelanjaan di Jalan Sungai Saddang, Makassar. Hanya saja, agunan Aming berupa sertifikat tanah ternyata bukan miliknya ataupun milik perusahaan Aming.
Selain itu, pengucuran kredit itu juga tidak melalui prosedur yang benar sesuai undang-undang perbankan, antara lain tidak dilakukan survei kelayakan. Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Sulawesi Selatan negara merugi Rp34,6 miliar terhitung pokok dan bunga pinjaman.
Hal yang memberatkan terdakwa karena kerugian negara belum dikembalikan sepeserpun.Aming juga dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.
Adapun yang meringankan, kata Ibrahim, terdakwa sopan dan kooperatif selama persidangan.
Sebelumnya, hakim menjatuhkan vonis terhadap mantan Kepala Sentra Kredit Kecil BNI Cabang Parepare Syahminal Yonnidarma selama tujuh tahun bui, bekas staf Sentra Kredit Kecil BNI Parepare Gusni Hasanuddin selama 4 tahun 6 bulan penjara, dan mantan analis Sentra Kredit Kecil Asmiati Humas diganjar 3 tahun penjara.
Ibrahim menilai pihak BNI seharusnya tidak menyetujui pencairan kredit tersebut. Alasannya, jaminan berupa sertifikat hak guna bangunan itu tidak dikuasai oleh Aming dan masa berlakunya sudah hampir habis sejak kredit itu disetujui. Jaminan itu adalah aset pemerintah.
Saat pembacaan putusan berlangsung, Amin hanya tertunduk lesu. Pria berperawakan gemuk dan berkepala plontos itu tidak berkomentar saat diwawancara sejumlah wartawan.
Sementara pengacaranya Deni Mamengko, menilai hukuman yang dijatuhkan hakim cukup berat. Diapun menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut. “Mungkin saja hakim telah keliru memutus perkara ini,” kata dia.
Deni menilai, perkara tersebut seharusnya masuk dalam ranah perdata karena menyangkut utang-piutang. Kejaksaan, tambahnya, seharusnya tidak membawa kasus ini ke Pengadilan Tipikor Makassar.
Adapun JPU Ahmad Hidayat belum bisa mengambil sikap apakah akan mengajukan upaya hukum banding atau tidak atas putusan tersebut. Dia berdalih akan berembuk dengan pimpinan kejaksaan. “Kami pikir-pikir,” kata Ahmad. (mat/rus/b)

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini