Connect with us

Kriminal

Kejati Akan BentukTim Khusus

Terkait Kasus SPPD Fiktif Dewan Sulsel

-

MAKASSAR, BKM — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar berencana akan membentuk tim, untuk melakukan penyelidikan kasus Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) legislator Sulsel tahun 2012 yang diduga fiktif.
Diketahui perjalanan dinas dewan Sulsel berhubungan dengan program Gemar Membaca yang diprakarsai Badan Arsip dengan nilai anggaran Rp1,5 miliar. Perjalanan dinas dewan sedianya dilakukan ke dua negara, Eropa dan China. Namun belakangan diketahui jika pengguna SPPD banyak yang tidak melakukan perjalanan. Padahal anggaran perjalanan dilaporkan telah cair.
“Timnya baru akan ditunjuk untuk menyelidiki kasus ini,” tegas Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar, Muliadi, Kamis (21/1).
Muliadi mengatakan, kasus ini sudah ditingkatkan ke tahap penyelidikan. Hanya saja masih akan dilakukan rapat internal terlebih dahulu, untuk menunjuk jaksa yang nantinya akan menangani kasus ini.
Muliadi juga menuturkan tim jaksa yang ditunjuk nantinya, akan mengumpulkan data dan bahan keterangan (Pulbaket-Puldata) .”Kemungkinan setelah ada petunjuk dari pimpinan, baru tim akan mulai bergerak,” tandasnya.
Muliadi tidak menampik, kemungkinan kasus ini mulai di selidiki sekitar awal bulan Februari. “Kemungkinannya Februari tim sudah mulai melakukan penyelidikan,” pungkasnya.
Dia juga menyebutkan bahwa pihaknya telah mengantongi bukti awal dalam kasus ini. “Bukti awalnya sudah ada kok kita kantongi,”tandasnya.
Diketahui, kasus perjalanan dinas legislator Sulsel dianggarkan sebesar Rp750 juta untuk tujuan Eropa. Anggaran yang sama juga cair untuk tujuan Cina pada tahun 2013. Berdasarkan data perjalanan rencananya akan memberangkatkan tujuh anggota dewan. (mat-ril/b)

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini